BREAKING NEWS
 

Terpilih Jadi PM Termuda Thailand, Paetongtharn Lanjutkan Klan Shinawatra

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 16 Agustus 2024 17:51 WIB
Paetongtharn Shinawatra (kedua kiri) terpilih menjadi PM Thailand, Jumat (16/8/2024). (Foto: IG @ingshin21)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paetongtarn Shinawatra, putri taipan sekaligus mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra mengaku sangat senang dan terhormat, karena terpilih menjadi PM Thailand yang baru.

Paetongtharn menggantikan Srettha Thavisin, yang diberhentikan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (14/8/2024) karena menunjuk Pichit Chuenban, seorang mantan napi korupsi menjadi menteri dalam kabinetnya.

Pemimpin Partai Pheu Thai berusia 37 tahun itu menang dengan 319 suara, mewakili hampir dua pertiga dukungan parlemen.

Berhubung pemecatan Srettha terjadi setelah Chuenban hampir setahun menjabat, kabinet baru akan segera dibentuk sesuai pilihan Paetongtarn.

Paetongtarn akan menjadi perdana menteri termuda Thailand. Dia adalah anggota ketiga dari klan Shinawatra yang sukses menduduki kursi kekuasaan, setelah Thaksin dan bibinya: Yingluck.

Sementara Thaksin menjabat dari 2001 hingga 2006, Yingluck memimpin Thailand pada tahun 2011 hingga 2014.

Baca juga : Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani Dapat Penghargaan Bintang Mahaputera

The Straits Times menyebut, Thaksin berhasil mempertahankan dukungan kuat dalam Pheu Thai. Dia dan Yingluck menghabiskan waktu bertahun-tahun di pengasingan, setelah pemerintah yang mereka pimpin digulingkan oleh kudeta militer.

Berbicara kepada wartawan di markas Pheu Thai, Bangkok setelah pemungutan suara, Paetongtarn terlihat begitu percaya diri.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa saya adalah yang terbaik dan terpintar. Saya beruntung memiliki tim yang baik dan mendukung. Jika kami memiliki tim yang bagus, masalah dapat terpecahkan," ungkap politisi kelahiran 21 Agustus 1986.

Adsense

"Saya ingin membuat orang-orang merasa yakin, bahwa kita dapat membangun peluang dan meningkatkan kualitas hidup, serta memberdayakan semua orang Thailand," imbuhnya.

Ketidakpastian Politik 

Penunjukan Paetongtarn datang di tengah ketidakpastian politik di Thailand. Selama dua dekade terakhir, Negeri Gajah Putih menghadapi kudeta militer dan putusan pengadilan yang menggulingkan pemerintah dan membubarkan partai politik.

Baca juga : Tunjuk Mantan Napi Korupsi Jadi Menteri, PM Thailand Srettha Thavisin Dipecat

Di Pemilu Mei 2023, Partai Move Forward (MFP) yang progresif meraih suara mayoritas. Namun, partai tersebut dicegah untuk membentuk pemerintahan oleh senat dan anggota parlemen royalis.

Partai tersebut kemudian dibubarkan oleh MK pada 7 Agustus 2024. MFP tersandung janji kampanye untuk mengubah undang-undang lese majeste atau hukum yang mengatur tindakan penghinaan terhadap kepala monarki atau penguasa.

Total 143 anggota parlemennya kini telah memantapkan diri di bawah Partai Rakyat.

Pheu Thai, yang berada di urutan kedua dalam jajak pendapat 2023, membentuk aliansi dengan partai-partai yang terkait militer dan saingan politik sebelumnya. Srettha duduk di pucuk pimpinan.

Pada hari yang sama Srettha terpilih menjadi PM, Thaksin kembali dari pengasingan. Dari situ, muncul dugaan adanya kesepakatan antara para royalis dan konservatif, untuk membentuk pemerintahan dengan imbalan hukuman ringan untuk Thaksin.

Nasib Paetongtharn

Baca juga : Presiden Terpilih Prabowo: Kita Lanjutkan IKN, Kalau Bisa Percepat

Naiknya Paetongtarn ke posisi teratas, menunjukkan Thaksin dan partai Pheu Thai-tetap sangat berpengaruh.

Dr. Stithorn Thananithichot, seorang ilmuwan politik dari King Prajadhipok’s Institute mengatakan, nasib Paetongtarn sebagai perdana menteri akan bergantung pada seberapa baik pemerintahannya mengendalikan perekonomian dan menjaga hubungan dengan kaum royalis Thailand.

"Jika tidak dapat memenuhi kedua hal tersebut, Paetongtharn berisiko disingkirkan dari jabatannya dengan cara yang sama Srettha," kata Dr. Stithorn.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense