Dark/Light Mode

Tunjuk Mantan Napi Korupsi Jadi Menteri, PM Thailand Srettha Thavisin Dipecat

Rabu, 14 Agustus 2024 17:29 WIB
PM Thailand Srettha Thavisin (Foto: Instagram)
PM Thailand Srettha Thavisin (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand memberhentikan Perdana Menteri (PM) Srettha Thavisin karena menunjuk seorang mantan napi korupsi bernama Pichit Chuenban, menjadi menteri.

Chuenban yang merupakan pengacara keluarga penguasa Thaksin Shinawatra, pernah dipenjara pada tahun 2008. Dia dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi, karena menyuap staf pengadilan.

Mengutip Reuters, tuduhan itu tidak pernah terbukti, hingga Pichit mengundurkan diri pada Mei 2024.

Pemberhentian Srettha semakin meningkatkan pergolakan politik di Thailand, dan menyebabkan pengaturan ulang pada aliansi yang berkuasa.

Baca juga : Usut Dugaan Korupsi, KPK Tetapkan Dua Tersangka

Srettha yang merupakan taipan real estate, kini tercatat menjadi perdana menteri Thailand keempat yang diberhentikan MK dalam 16 tahun terakhir.

Dia dianggap melanggar konstitusi, karena menunjuk seorang menteri yang tidak memenuhi standar etika.

Berhubung pemecatan Srettha terjadi dalam masa jabatan yang kurang dari setahun, parlemen diharuskan bersidang untuk memilih perdana menteri baru.

Pemilihan ini akan memunculkan lebih banyak ketidakpastian di Thailand, yang selama dua dekade ini diwarnai oleh kudeta dan putusan pengadilan yang telah menjatuhkan banyak pemerintahan dan partai politik.

Baca juga : Tak Mau Jadi Menteri Lagi, Luhut Ikuti Maunya Istri

Asal tahu saja, pekan lalu, MK membubarkan Partai Move Forward (MVP) yang dikenal anti kemapanan.

MK membubarkan MVP, karena partai oposisi yang sangat populer itu mengkampanyekan reformasi undang-undang yang melarang penghinaan terhadap kerajaan. Hal ini dinilai merusak monarki konstitusional.

6 Agustus 2024, anggota MVP yang dibubarkan membentuk partai baru.

Partai Pheu Thai yang mengusung Srettha dan pendahulunya, menanggung beban kekacauan Thailand. Dua rezim pemerintahannya disingkirkan oleh kudeta dendam kesumat antara pendiri partai, keluarga miliarder Shinawatra, dan saingan mereka dalam pendirian konservatif dan militer royalis.

Baca juga : Akui Kinerja Menteri Bahlil, Pengamat: Patut Diapresiasi Dan Dicontoh

Atas pemberhentian Srettha, Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai mengambil alih posisi perdana menteri untuk sementara.

Kembalinya Shinawatra?

Beberapa ahli politik mengatakan, Pheu Thai masih berpeluang memimpin pemerintahan berikutnya.

"Koalisi tetap bersatu," kata Deputi Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Hukum Universitas Burapha, Olarn Thinbangtieo. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.