Dark/Light Mode

Hadapi Perubahan Iklim, PUPR Mulai Bangun Bendungan Jeneleta Di Makassar

Kamis, 18 Juli 2024 23:37 WIB
Pembangunan Bendungan Jeneleta di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan
Pembangunan Bendungan Jeneleta di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan Bendungan Jeneleta di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, dimulai. Pembangunan bendungan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian banjir di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, yang selama ini hanya mengandalkan Bendungan Bili-bili berkapasitas 375 juta meter kubik (m3) yang selesai dibangun pada 1997.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan dan embung sebagai tampungan air di berbagai wilayah Indonesia merupakan salah satu upaya nyata untuk mengatasi ancaman perubahan iklim, terutama menghadapi cuaca ekstrim.

Baca juga : Lebaran Anak Yatim, Cagub Sumut Nikson Bagikan Santunan Di Majelis Ahlul Kirom

"Untuk menghadapi ancaman perubahan iklim Pemerintah harus memperbanyak tampungan air, baik itu embung dan bendungan. Kita utamakan bendungan agar di saat kemarau masih ada cadangan air yang cukup besar. Dan di musim hujan, mampu menjadi tampungan yang efektif menahan debit banjir," kata Basuki, Kamis (18/7). 

Selain pengendali banjir, Bendungan Jenelata juga berfungsi sebagai sumber air irigasi bagi lahan pertanian seluas 26.773 ha yakni di Daerah Irigasi (D.I) Bili-bili 2.400 Ha, D.I. Bissua 13.916 Ha, dan D.I. Kampili 10.457 ha. Bendungan Jelenata juga berfungsi sebagai sumber penyediaan air baku berkapasitas 6,05 m3/dt untuk Bili-Bili, Jenelata, kebutuhan air pabrik gula dan lahan tebu di Takalar, dan Intake Sungguminasa. 

Baca juga : Siapa Pelaku Penembakan Donald Trump, Ini 4 Kemungkinan Menurut Pakar

Bendungan Jenelata dengan tampungan berkapasitas 223,6 juta m3 juga mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga hidro sebesar 7 MW, serta pariwisata air dan kuliner.

Pengerjaan konstruksinya dilakukan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan KSO CAMC Engineering Co., Ltd dari China dengan nilai kontrak pembangunan sebesar Rp 4,1 triliun. Pendanannya bersumber dari dana pinjaman (loan) Pemerintah China dan dana APBN. Konstruksinya telah dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan direncanakan rampung pada 2028 mendatang dengan progres pekerjaan saat ini galian tubuh bendungan (main dam) dan area pelimpah (spillway).
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.