RM.id Rakyat Merdeka - Kurang dari tiga bulan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), kubu Partai Demokrat dan Partai Republik terus mengumpulkan dukungan dan dana kampanye dengan cara yang berbeda.
Di kubu Demokrat, pasangan Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Gubernur Minnesota Tim Walz memulai tur dengan bus ke wilayah tenggara Paman Sam.
Dengan menaiki bus yang ditempeli tulisan besar berbunyi A New Way Forward atau ‘Jalan Baru Menuju Masa Depan’, Harris-Walz melakukan pemberhentian pertama mereka di sekolah menengah di Hinesville, Georgia, Rabu (28/8/2024) siang waktu setempat.
Tur kampanye Harris-Walz ini sengaja memilih wilayah yang jarang disambangi para kandidat calon presiden dan calon wakil presiden dari Demokrat.
Baca juga : Duo Ganda Garuda Menyala
Kedatangannya seolah-olah menunjukkan keyakinan dan optimismenya kepada para pendukung Demokrat di wilayah Georgia.
Hasil jajak pendapat pertengahan Agustus, Harris berhasil mengumpulkan dukungan 48 persen suara responden. Angka ini lebih tinggi 10 persen dibanding dukungan Georgia untuk Joe Biden.
Tur kampanye dengan bus kali ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa pasangan Harris-Walz sangat dekat dengan rakyat dan siap berhenti dan berbincang dengan siapa saja.
Georgia memiliki populasi pemilih kulit hitam yang besar. Mereka tersebar merata di wilayah kota dan desa.
Baca juga : Bocah Pecahkan Guci Berusia 3.500 Tahun
Partai Demokrat menekankan, mereka harus meningkatkan jumlah pemilih di luar kota-kota besar dan pinggiran kota untuk mengalahkan pasangan Donald Trump-JD Vance, di seluruh negara bagian tersebut.
Kunjungan Harris-Walz ke Georgia mengingatkan kita pada kampanye Presiden Bill Clinton pada 1992. Clinton dan Al Gore, pasangannya, melintasi kota-kota pedesaan di Peach State.
Clinton kemudian memenangkan Georgia dengan selisih kurang dari satu persen, menjadikannya sebagai capres Demokrat terakhir yang mengambil alih negara bagian tersebut sebelum kemenangan Biden pada 2020.
Sementara, Trump meluncurkan koleksi kartu Non Fungible Tokens (NFT), aset digital yang berada dalam jaringan teknologi blockchain, Selasa (27/8/2024). Berkat teknologi blockchain, setiap karya digital memiliki tanda unik, sulit direplikasi atau dipalsukan.
Baca juga : Lega, Ammar Divonis Tiga Tahun Penjara
Dengan kata lain, NFT memiliki fungsi serupa dengan sertifikat keaslian barang di dunia nyata. Di dalam aset tersebut terdapat keterangan tentang riwayat kepemilikan NFT.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.