BREAKING NEWS
 

Naik Signifikan, Nilai Komitmen Kerja Sama Di IAF-2 Bali Tembus Rp 54,01 Triliun

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 1 September 2024 18:07 WIB
Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani (Foto: dok. Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai total komitmen kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika dalam Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 2024 dilaporkan naik signifikan, hingga mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 54,01 triliun.

Di IAF pertama pada tahun 2018, angkanya hanya 568 juta dolar AS atau Rp 8,76 triliun.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani di Media Center HLF MSP 2024 dan IAF ke-2 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024).

Baca juga : Meroket 353,94 Persen, Transaksi Kripto Di RI Tembus Rp 344,09 Triliun

“Peningkatan jumlah komitmen kerja sama ini menjadi bukti nyata kuatnya kepercayaan antara Indonesia dengan negara-negara Afrika," kata Dirjen Aspasaf.

Adsense

Beberapa pencapaian penting dari IAF II antara lain mencakup penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis. Yaitu pengembangan energi panas bumi antara PT PLN dengan TANESCO Tanzania, Master Agreement mengenai kerja sama transfer teknologi kesehatan antara Biofarma dengan Atlantic Lifescience Ghana, serta Letter of Intent (LOI) antara PT Dirgantara Indonesia dengan AD Trade yang memfasilitasi pembelian dan perawatan pesawat oleh Kongo dan Senegal.

IAF II Bali diselenggarakan bersamaan dengan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLM MSP) pada 1—3 September 2024.

Baca juga : Pendapatan Asli Daerah Jabar Ditarget Rp 36,27 Triliun

“IAF II yang merupakan follow up dari IAF I pada 2018, akan dibuka langsung oleh Presiden RI," ujar Dirjen Aspasaf.

IAF II tidak hanya mempertemukan lebih dari 1.400 peserta yang terdiri dari kepala negara, menteri, pengusaha dan akademisi, tetapi juga menjadi ajang menciptakan kemitraan nyata di empat sektor utama kerja sama. Yakni bidang energi, ketahanan pangan, kesehatan, dan mineral.

Selain aspek kerja sama ekonomi, IAF II juga menjadi platform untuk menghidupkan kembali Bandung Spirit yang menjadi legacy penting Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955, tonggak sejarah sekaligus fondasi penting hubungan Indonesia-Afrika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense