Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba CIMB Niaga Tumbuh 5,8 Persen Tembus Rp 4,4 Triliun
Selasa, 30 Juli 2024 21:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) sukses mengantongi laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) mencapai Rp 4,4 triliun atau tumbuh 5,8 persen year on year (yoy).
Peningkatan juga terjadi pada jumlah kredit CIMB Niaga sebesar 5,9 persen yoy atau menjadi Rp 217,1 triliun hingga semester I-2024.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kinerja positif perusahaan pada semester I-2024 didorong oleh pertumbuhan aset produktif, pengelolaan efisiensi operasional, serta pencadangan yang baik.
Menurut Lani, CIMB Niaga terus menjaga kualitas aset secara efektif dengan mempertahankan rasio gross non-performing loan (NPL) sebesar 2,1 persen, di bawah rata-rata industri.
Baca juga : Woww, Dana Kampanye Kamala Harris Tembus Rp 3,26 Triliun Dalam Sepekan
“Kinerja ini menegaskan komitmen CIMB Niaga terhadap strategi lima pilar yang kami jalankan untuk pertumbuhan laba berkelanjutan, yang berfokus pada perluasan basis nasabah, penguatan portofolio CASA, pengelolaan kualitas aset, dan peningkatan digital engagement,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/7/2024).
Lani juga mengaku CIMB Niaga optimis bisa meraih hasil yang baik di sisa tahun 2024, sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah ditetapkan.
“Komitmen untuk memberikan kinerja keuangan yang baik sejalan dengan upaya berkelanjutan kami dalam menyediakan solusi keuangan yang inovatif dan mudah diakses, mendukung aspirasi keuangan para stakeholders kami, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 22,7 persen dan 85,7 persen.
Baca juga : Tumbuh Selektif Dan Prudent, BRI Cetak Laba Rp 29,90 Triliun
Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp 346,7 triliun per 30 Juni 2024, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 249,8 triliun tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy), dikontribusikan dari pertumbuhan current account and savings acvount (CASA) sebesar 7,4 persen menjadi Rp 162,9 triliun.
“Capaian tersebut adalah hasil upaya bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 65,2 persen,” tegasnya.
Jumlah kredit naik 5,9 persen yoy menjadi Rp 217,1 triliun, berasal dari pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 10,0 persen yoy dan Perbankan Konsumer yang tumbuh 5,8 persen yoy.
Baca juga : Semester I-2024, Kredit BTN Capai 14,4 Persen Tembus Rp 352 Triliun
Kenaikan tertinggi di kredit retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 13,1 persen yoy.
Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp 58,1 triliun tumbuh 11,6 persen yoy dan DPK sebesar Rp 48,1 triliun tumbuh 8 persen per 30 Juni 2024.
“Pertumbuhan pembiayaan signifikan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel,” ungkapnya.
CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya