Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Naik 10 Persen, Bisnis Remitansi BSI Tembus Rp 50 Triliun
Selasa, 20 Agustus 2024 15:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat bisnis remitansi (remittance) tumbuh 10 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan volume transaksi remitansi sebanyak 1 juta transaksi, dan nilai transaksi menembus Rp 50 triliun hingga Juni 2024.
Menurut Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih, pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri terutama saat awal tahun, Idul Fitri dan musim haji.
“Transaksi tersebut didominasi oleh transaksi inbound dari Pekerja Migran Indonesia (PMI),” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (20/8/2024).
Baca juga : Kembali Menguat, Rupiah Tembus Rp 15.510
Adapun transaksi ourbound didominasi oleh transaksi non-perorangan yang ditujukan ke Saudi Arabia, China, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di benua Eropa.
Saut mengatakan bahwa aktivitas remitansi BSI terus meningkat seiring layanan bisnis yang lengkap, mulai dari BSI Mobile, Cash Management System (CMS), maupun kerja sama dengan mitra yang ada di luar negeri.
"Kini nasabah semakin mudah mengirimkan uang ke Indonesia melalui loket-loket atau aplikasi remitansi milik mitra BSI yang dapat tiba di rekening tujuan secara realtime," ujarnya.
Baca juga : Naik 14 Persen,Citi Indonesia Raup Laba Bersih Rp 1,3 Triliun di Triwulan II-2024
Untuk memperkuat bisnis remitansi, BSI memiliki hubungan baik dengan puluhan bank koresponden dan mitra perusahaan remitansi guna memudahkan nasabah bertransaksi.
Selain itu, untuk pengiriman uang dari luar negeri, nasabah bisa menggunakan layanan remitansi BSI melalui lokasi gerai-gerai atau aplikasi digital mitra.
Saat ini BSI telah memiliki mitra di berbagai negara penempatan PMI misalnya Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan lainnya.
Baca juga : Kasus Korupsi Timah, Harvey Moeis Didakwa Rugikan Negara Rp 300 Triliun
Saut menambahkan, untuk optimalisasi free based income dari bisnis remitansi, BSI terus menggali potensi dan kebutuhan nasabah untuk transaksi inbound maupun outbound dengan skema Business to Business (B2B) maupun Business to Customer (B2C). Yakni, transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pembayaran internasional.
"Sedangkan untuk memperkuat layanan digital ini, BSI menggunakan Application Programming Interface (API) yang terintegrasi sehingga memudahkan nasabah bertransaksi dimanapun dan kapanpun,"pungkas Saut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya