Sebelumnya
Barnier adalah politisi sayap kanan yang diangkat Presiden Macron sebagai PM dalam kabinet Prancis, 60 hari setelah pemilihan parlemen yang dimenangkan koalisi sayap kiri di negara itu.
Barnier menjadi PM Prancis menggantikan pendahulunya Gabriel Attal setelah koalisi kanan-tengah Macron hanya menempati posisi kedua dalam pemilu pertengahan tahun ini.
Pada Jumat (6/9/2024), Barnier menyatakan siap untuk menunjuk menteri dari semua faksi politik yang berbeda, termasuk kelompok sayap kiri. Namun, koalisi sayap kiri New Popular Front (NFP), partai yang memenangi kursi terbanyak di parlemen setelah pemilu, mengecam keputusan Macron memilih Barnier. Mereka ingin Lucie Castets, ekonom berusia 37 tahun, mengambil posisi ini. Namun keinginan tersebut ditolak Macron.
Baca juga : Pansel Pertimbangkan Hasil Sidang Etik Nurul Ghufron
Saat protes berlangsung, Barnier menghabiskan sore hari melakukan kunjungan kerja di sebuah rumah sakit anak di Paris. Dia menyoroti pentingnya layanan publik.
Dia menekankan bahwa Pemerintah di bawahnya tidak akan membuat keajaiban secara langsung, tapi melalui proses.
Hasil jajak pendapat Elabe menyebut, sebanyak 74 persen warga Prancis meyakini, Macron telah mengabaikan hasil pemilihan legislatif dengan menunjuk Barnier sebagai PM.
Baca juga : Sherina Munaf, Liburan Tanpa Suami
Survei lain stasiun televisi BFMTV yang disiarkan pada Jumat (6/9/2024) mengungkapkan, 40 persen responden menganggap Barnier sebagai pilihan yang tepat untuk Prancis, sedangkan 29 persen tidak setuju, dan 31 persen ragu-ragu mengenai masalah ini.
Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 5-6 September dengan sampel yang mewakili 1.007 orang dewasa Prancis. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 9 September 2024 dengan judul "Ketegangan Politik Di Prancis Meningkat, Ratusan Ribuan Orang Demo Tolak PM Uzur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.