Dark/Light Mode

Kabinet Cuma Sebulan Lagi, Reshuffle Dianggap Nggak Efektif

Minggu, 8 September 2024 08:27 WIB
Presiden Jokowi saat melantik menteri baru. (Foto: Antara)
Presiden Jokowi saat melantik menteri baru. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mundurnya Pramono Anung dan Tri Rismaharini dari kabinet karena maju di Pilkada 2024, membuat isu rehuffle muncul kembali. Namun, perombakan kabinet dinilai tidak akan efektif. Sebab, masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya menyisakan waktu satu bulan lagi.

Presiden Jokowi akan purnatugas pada 20 Oktober 2024. Di hari yang sama, Prabowo Subianto akan dilantik menjadi Presiden ke-8 RI.

Di sisa waktu pemerintahan yang sekitar satu bulan ini, anggota Kabinet Indonesia Maju berkurang dua. Risma mundur dari posisi Menteri Sosial. Kemudian, Pramono juga mundur dari posisi Sekretaris Kabinet.

Untuk Risma, Jokowi telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentiannya. Tugas Risma kemudian dirangkap Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, yang diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Mensos. 

Baca juga : Politik Indonesia Berat Di Ongkos

Sedangkan untuk Pramono Anung, Keppres pemberhentiannya baru akan ditandatangani Jokowi pada 22 September nanti. Hal ini sesuai dengan permintaan Pramono.

Dengan berkurangnya dua orang di kabinet, apakah akan ada reshuffle lagi? Jokowi telah memberikan sinyal jelas. "Ya, bisa (reshuffle)," kata Kepala Negara, saat ditanya wartawan, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/9/2024). Namun, Jokowi tak memberikan penjelasan gamblang mengenai waktu pelaksanaan reshuffle itu.

Lalu, kapan Jokowi melakukan reshuffle?Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi tak bisa memastikan. Dia hanya bilang, soal reshuffle, cuma Presiden yang tahu.

"Kita serahkan saja kepada Presiden. Itu hak prerogatif beliau," ucapnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu (7/9/2024).

Baca juga : Ganjar Mulai Turun Gunung

Pramono Anung ikut bicara mengenai wacana reshuffle ini. Meski sinyalnya sudah ada, politisi PDIP ini memprediksi, Jokowi akan mempertahankan struktur kabinet yang sudah ada. Artinya, Jokowi tidak akan merombak jajaran menterinya. Sebab, masa pemerintahan Jokowi tinggal seumur jagung. 

"Kan tinggal satu bulan lagi," kata Cagub Jakarta ini, kepada wartawan, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9/2024).

Ketika ditanya mengenai peluang reshuffle digelar di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara lantaran Jokowi bakal berkantor di Kalimantan Timur sampai lengser, politisi PDIP itu, tak menjawab. Pramono hanya tertawa.

Sementara, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, rencana reshuffle kabinet tidak lagi efektif. Sebab, periode kepemimpinan Jokowi tinggal sedikit lagi. Menteri baru tidak akan punya waktu untuk konsolidasi dan juga merancang program kerja.

Baca juga : Surat Pengunduran Diri Rano Karno Ditunggu KPU

"Sisa waktu tinggal sangat sedikit. Siapa pun menteri penggantinya, pasti tidak akan efektif," ucap Adi, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu (7/9/2024).

Apabila tetap dipaksakan reshuffle, Adi menilai, itu hanya sebatas mengisi kekosongan. Sebab, dengan waktu yang terbatas itu, dua menteri baru tidak bisa memberikan kinerja yang signifikan.

"Pertimbangannya bukan lagi faktor kinerja, tapi cuma isi kekosongan," ucap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.