BREAKING NEWS
 

RS Kewalahan, Korban Dirawat Di Tempat Parkir

Tragedi Ledakan Pager, Lebanon Berdarah-darah

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 19 September 2024 06:20 WIB
Warga memadati halaman American University of Beirut Medical Center (AUBMC) usai ribuan orang, termasuk milisi Hizbullah dan petugas medis, terluka ketika pager yang mereka gunakan untuk berkomunikasi meledak di seluruh Lebanon, menurut sumber keamanan, di Beirut, Lebanon 17 September 2024. Foto: REUTERS/MOHAMED AZAKIR

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebanon mencekam pasca tragedi ledakan pager yang menewaskan sembilan orang dan melukai 3.000 lainnya, Selasa (17/9/2024). Israel dituding sebagai dalang insiden berdarah ini.

Pager (baca pejer), gawai elektronik yang sudah jarang digunakan di zaman ini, masih dipakai oleh personel Hizbullah. Perangkat ini menampilkan teks pendek untuk pengguna.

Perangkat komunikasi jadul (jaman dahulu) tersebut digu­nakan Februari lalu, setelah pemimpin kelompok Hizbullah Hassan Nasrallah memerintah­kan anggotanya berhenti meng­gunakan telepon seluler. Pasalnya, telepon genggam dapat dilacak intelijen Israel.

Baca juga : Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik

Konflik Hizbullah dengan Israel pun mulai meningkat. Di­lansir kantor berita Al Jazeera, rangkaian ledakan pager terjadi sekitar pukul 16.45 waktu se­tempat. Kejadian berlangsung selama satu jam.

Ledakan terjadi di pinggiran Beirut selatan yang dikenal Dahiyeh, Kota Ali Al-Nahri dan Riyaq di lembah Beqaa Lebanon tengah, serta di Sidon dan Tirus di Lebanon selatan. Pager juga meledak di lokasi padat warga seperti pasar hingga toko.

Sejumlah rumah sakit di nega­ra tersebut kewalahan menerima dan merawat para korban leda­kan pager itu.

Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh

Salah satunya di rumah sakit di pinggiran selatan Beirut. Ter­lihat para korban dirawat di tempat parkir dengan kasur tipis.

Di Rumah Sakit Mount Leba­non di dekat Beirut, seorang reporter Reuters melihat sepeda motor bergegas menuju ruang gawat darurat dan orang-orang dengan tangan berlumuran darah menjerit kesakitan.

Di Lebanon selatan, Kepala Rumah Sakit Umum Nabatieh, Hassan Wazni, mengatakan, sekitar 40 orang yang terluka dirawat di fasilitasnya. Luka tersebut meliputi wajah, mata dan anggota badan lainnya.

Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T

Data Pemerintah Lebanon mencatat sembilan orang meninggal dan 2.800 orang mengalami luka-luka imbas ledakan pager.

Adsense

Sejauh ini belum ada infor­masi pasti pager-pager itu bisa meledak. Namun, beberapa pihak berspekulasi jaringan radio dalam pager kemungki­nan diretas dan menyebabkan sistem memancarkan sinyal yang memicu respons di pager yang diretas.

Hizbullah menuding Israel bertanggung jawab penuh atas ledakan mematikan tersebut. Kelompok itu bersumpah bahwa musuh akan dihukum atas tinda­kan agresif ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense