RM.id Rakyat Merdeka - Lebanon mencekam pasca tragedi ledakan pager yang menewaskan sembilan orang dan melukai 3.000 lainnya, Selasa (17/9/2024). Israel dituding sebagai dalang insiden berdarah ini.
Pager (baca pejer), gawai elektronik yang sudah jarang digunakan di zaman ini, masih dipakai oleh personel Hizbullah. Perangkat ini menampilkan teks pendek untuk pengguna.
Perangkat komunikasi jadul (jaman dahulu) tersebut digunakan Februari lalu, setelah pemimpin kelompok Hizbullah Hassan Nasrallah memerintahkan anggotanya berhenti menggunakan telepon seluler. Pasalnya, telepon genggam dapat dilacak intelijen Israel.
Baca juga : Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik
Konflik Hizbullah dengan Israel pun mulai meningkat. Dilansir kantor berita Al Jazeera, rangkaian ledakan pager terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat. Kejadian berlangsung selama satu jam.
Ledakan terjadi di pinggiran Beirut selatan yang dikenal Dahiyeh, Kota Ali Al-Nahri dan Riyaq di lembah Beqaa Lebanon tengah, serta di Sidon dan Tirus di Lebanon selatan. Pager juga meledak di lokasi padat warga seperti pasar hingga toko.
Sejumlah rumah sakit di negara tersebut kewalahan menerima dan merawat para korban ledakan pager itu.
Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh
Salah satunya di rumah sakit di pinggiran selatan Beirut. Terlihat para korban dirawat di tempat parkir dengan kasur tipis.
Di Rumah Sakit Mount Lebanon di dekat Beirut, seorang reporter Reuters melihat sepeda motor bergegas menuju ruang gawat darurat dan orang-orang dengan tangan berlumuran darah menjerit kesakitan.
Di Lebanon selatan, Kepala Rumah Sakit Umum Nabatieh, Hassan Wazni, mengatakan, sekitar 40 orang yang terluka dirawat di fasilitasnya. Luka tersebut meliputi wajah, mata dan anggota badan lainnya.
Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T
Data Pemerintah Lebanon mencatat sembilan orang meninggal dan 2.800 orang mengalami luka-luka imbas ledakan pager.
Sejauh ini belum ada informasi pasti pager-pager itu bisa meledak. Namun, beberapa pihak berspekulasi jaringan radio dalam pager kemungkinan diretas dan menyebabkan sistem memancarkan sinyal yang memicu respons di pager yang diretas.
Hizbullah menuding Israel bertanggung jawab penuh atas ledakan mematikan tersebut. Kelompok itu bersumpah bahwa musuh akan dihukum atas tindakan agresif ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.