Sebelumnya
Belum ada komentar resmi dari Israel. Namun kelompok Zionis itu mendesak warganya berhati-hati setelah Hizbullah menjanjikan pembalasan.
Pemberitaan New York Times menyebut, militer Israel menyelipkan bahan peledak di sejumlah pager buatan Taiwan untuk melakukan serangan massal pada Selasa terhadap anggota Hizbullah di Lebanon. Hal ini diungkapkan para pejabat Amerika Serikat (AS).
Menurut media Israel, Walla, operasi serangan pager di Lebanon, adalah upaya menetralkan sebagian besar sistem komando dan kendali militer Hizbullah.
Baca juga : Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik
Ledakan massal itu terjadi di tengah serangan lintas batas antara Hizbullah dan Israel dengan latar belakang serangan brutal Israel di Jalur Gaza.
Konflik di wilayah kantong Palestina itu telah menewaskan lebih dari 41.200 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menyusul serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu.
Liga Arab Marah
Menanggapi tragedi ledakan pager di Lebanon, Liga Arab marah besar. Organisasi itu pun memperingatkan kemungkinan risiko meningkatnya ketegangan di Timur Tengah karena peristiwa tersebut.
Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh
“Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengutuk keras serangan berbahaya Israel terhadap infrastruktur komunikasi di Lebanon yang telah merenggut banyak nyawa. Termasuk seorang anak dan mengakibatkan ribuan orang terluka,” bunyi pernyataan Liga Arab dikutip Sputnik, Rabu (18/9/2024).
Gheit juga menuding para pemimpin Israel ingin memperluas skala perang di front selatan Lebanon.
Dia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memenuhi tanggung jawabnya dengan menangani dan menghentikan ancaman Israel di Timur Tengah. DAY
Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 19 September 2024 dengan judul "RS Kewalahan, Korban Dirawat Di Tempat Parkir, Tragedi Ledakan Pager, Lebanon Berdarah-darah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.