Sebelumnya
Mengutip The Independent, Rabu (2/10/2024), seorang pejabat keamanan Israel mengatakan, serangan Iran itu berhasil dihadang oleh sistem keamanan udara. Memang ada beberapa yang lolos, tapi tidak menyebabkan kerusakan berarti.
Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan menyebut serangan Iran itu “gagal dan tidak efektif”. Meski demikian, AS mendukung penuh sikap Israel yang akan membalas Iran. Segera setelah serangan itu, Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menghadiri pengarahan keamanan nasional.
Biden mendukung upaya serangan balasan Israel kepada Iran. Presiden berusia 81 tahun itu, juga berencana bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk berdiskusi terkait hal tersebut. “Amerika Serikat sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya mendukung Israel,” kata Biden.
Baca juga : Jokowi: Wajah Negara Ada Di PLBN Yang Kita Bangun
Rusia Tanggapi serangkan Iran ke Israel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyalahkan AS yang memicu eskalasi di Timur Tengah. Dia menyebut, kebijakan AS soal Timur Tengah gagal, karena ketegangan meningkat di kawasan itu.
Akibat serangan Iran ini, harga minyak dunia langsung melonjak 5 persen. Dewan Keamanan PBB bergegas untuk menggelar rapat darurat merespons eskalasi di Timur Tengah yang makin membara.
Evakuasi WNI Di Lebanon
Baca juga : Kawal Transisi Pemerintahan
Sementara itu, Presiden Jokowi mendorong upaya evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Jokowi menekankan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah kondisi Lebanon yang mengalami krisis kemanusiaan akibat serangan Israel dalam beberapa hari ini.
“Agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan,” kata Jokowi, dalam keterangan pers usai meninjau RSUD Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/10/2024).
Dia mengaku, telah menginstruksikan kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk segera melakukan evakuasi WNI yang saat ini masih bermukim di Lebanon.
Baca juga : Jokowi & Ibu Iriana Terdaftar Di TPS 12
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengungkapkan, ada sejumlah WNI di Lebanon yang enggan dievakuasi karena merasa masih aman.
Judha menambahkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan WNI di Lebanon secara virtual terkait pemulangan mereka ke Indonesia. Dalam pertemuan itu, juga dijelaskan secara detail mengenai upaya evakuasi dan informasi terbaru kondisi WNI di Lebanon.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 3 Oktober 2024 dengan judul Iran Rudal Israel, Timteng Makin Membara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.