Dark/Light Mode

Perhatikan Wilayah Perbatasan

Jokowi: Wajah Negara Ada Di PLBN Yang Kita Bangun

Kamis, 3 Oktober 2024 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan), Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto tiba untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di PLBN Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Rabu (2/10) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan), Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto tiba untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di PLBN Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Rabu (2/10) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberikan perhatian serius terhadap wilayah perbatasan dengan membangun beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Teranyar, Jokowi meresmikan tujuh pos PLBN Ter­padu yang dipusatkan di PLBN Terpadu Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/10/2024).

Jokowi menegaskan penting­nya keberadaan PLBN sebagai representasi dari wajah Indone­sia di mata dunia. Menurutnya, perbatasan adalah beranda depan negara yang menunjukkan ke­majuan bangsa.

“Wajah negara kita itu ada di sini, di PLBN yang kita bangun,” ujar Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan virtual, Rabu (2/10/2024).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meresmikan beberapa PLBN Terpadu di sejumlah wilayah di Indonesia, yang dipusatkan di PLBN Terpadu Napan, NTT.

Kepala Negara menambahkan, pembangunan PLBN juga meru­pakan upaya untuk menciptakan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Selain berfungsi sebagai zona penyangga pertahanan negara, PLBN juga diharapkan dapat mengembangkan titik-titik eko­nomi baru di kawasan perbatasan.

Baca juga : Kawal Transisi Pemerintahan

Sejak 2015, Pemerintah telah membangun total 15 PLBN. Pada periode 2015-2019, se­banyak tujuh PLBN berhasil diselesaikan. Sedangkan delapan PLBN lainnya dibangun pada periode 2020-2024.

Jokowi mengungkapkan, total anggaran pembangunan tujuh PBLN yang baru diresmikan mencapai Rp 1,3 triliun. “Uang yang tidak sedikit,” ingatnya.

Dia merinci, PLBN Terpadu Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT, dibangun dengan anggaran Rp 128 miliar. Sedangkan PLBN Serasan di Ka­bupaten Natuna Kepulauan Riau dengan anggaran Rp 145 miliar.

Kemudian, PLBN Jagoi Ba­bang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dibangun dengan biaya Rp 224 miliar.

Sedangkan PLBN Sei Nyamuk dan PLBN Labang, keduanya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara masing-masing menelan biaya Rp 248 miliar dan Rp 210 miliar.

Berikutnya, PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran Rp 243 miliar.

Sementara, PBLN di Yetetkun, Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dibangun dengan anggaran biaya Rp 127 miliar.

Baca juga : Jokowi & Ibu Iriana Terdaftar Di TPS 12

Eks Wali Kota Solo ini pun berharap, keberadaan PLBN terpadu ini tidak hanya mening­katkan pelayanan bagi masyara­kat yang melintasi perbatasan. Namun juga memperkuat ke­amanan wilayah perbatasan.

Selain itu, dia juga berharap keberadaan PLBN dapat men­dorong pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.

“Semoga membuat masyara­kat kita di perbatasan makin cinta dan bangga terhadap negara kita,” harap Jokowi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ke­pala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menegaskan, kehadiran Presiden Jokowi di PLBN Napan semakin mem­perkuat visi dan misi bahwa Pemerintah Indonesia konsisten memberi perhatian serius mem­bangun Indonesia dari pinggiran.

Hal ini dilakukan dengan memperkuat daerah dan desa dalam menjaga negara kesatuan.

“Kami berterima kasih kepada Bapak (Presiden) atas kehadiran dan sekaligus meresmikan tujuh pos lintas batas. Mohon kiranya Bapak memberikan arahan,” ucap Tito.

Eks Kapolri ini menambah­kan, peresmian tujuh PLBN sejalan dengan arahan Presiden melalui Instruksi Presiden (In­pres) Nomor 6 Tahun 2015 ten­tang Percepatan Pembangunan 7 Pos PLBN Terpadu dan Sa­rana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Baca juga : Truk ODOL Kudu Ditertibkan, Yang Bandel Kandangin Aja!

Selain itu, juga selaras dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2019 ten­tang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Ka­wasan Perbatasan.

“Sampai dengan saat ini telah terealisasi 15 PLBN,” ucapnya.

Dari 15 PLBN, kata dia, delapan di antaranya sudah beroperasi. Jumlah tersebut, di antaranya PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Berikutnya, PLBN Motaain di Kabupaten Belu, NTT, PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, NTT PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, PLBN Skouw di Kota Jayapura, Papua serta PLBN Sota di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.