BREAKING NEWS
 

Jepang Kutuk Serangan Israel Ke UNIFIL, Desak Gencatan Senjata

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 16 Oktober 2024 12:05 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya (Foto AFP/JIJI PRESS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang mengutuk serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF/Israel Defense Forces) yang menyasar Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Lima pasukan UNIFIL di Lebanon selatan terluka dalam serangkaian insiden pekan lalu. 

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri, Selasa (15/10/2024), Jepang menyatakan keprihatinannya yang serius mengenai serangan militer Israel pada 11 Oktober menyebabkan cedera pada personel UNIFIL dan fakta bahwa IDF memasuki lokasi kompleks UNIFIL pada 13 Oktober.

"Serangan terhadap personel yang bertindak atas nama PBB tidak dapat diterima, dan Jepang mengutuk semua ancaman terhadap keselamatan dan keamanan UNIFIL,"  kata Menteri Luar Negeri Jepang Iwaya Takeshi dalam peryataan tersebut.

Baca juga : Jokowi Kecam Keras Serangan Israel Ke Gaza, Lebanon & Pasukan PBB

Untuk mencegah memburuknya situasi, lebih lanjut, Jepang mendesak gencatan senjata segera antara Israel dan Hizbullah, menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional. Termasuk hukum humaniter internasional, untuk menjamin keamanan personel PBB. Dan, menerapkan peraturan PBB yang relevan, Resolusi Dewan Keamanan, termasuk UNSCR 1701.

Adsense

"Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, Jepang sangat mendesak mereka untuk menahan diri secara maksimal dan melakukan upaya tulus untuk penyelesaian diplomatik," tegasnya.

Beberapa hari terakhir, UNIFIL melaporkan pasukannya yang ada di Naqura dan juga di beberapa posisi lainnya, berulang kali dihantam serangan.

Baca juga : 2 Prajurit TNI Terluka Kena Serangan Israel, Bu Retno Naik Pitam

UNIFIL awalnya melaporkan, Kamis (10/10) bahwa tembakan tank Israel melukai dua pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia, yang terjatuh dari menara pengawas di area Naqura, Lebanon.

Keesokan harinya, UNIFIL melaporkan rentetan ledakan di dekat menara pengawas di Naqura melukai dua tentara pasukan perdamaian PBB lainnya, asal Sri Lanka.

Lalu pada Sabtu (12/10), satu lagi personel UNIFIL terkena tembakan tak dikenal. Tentara yang tidak disebut asal negaranya itu, dikabarkan dalam kondisi stabil.

Baca juga : Dapat Bantuan Traktor, Petani Bone Apresiasi Mentan Amran

Israel dalam penjelasannya menyebut serangan militernya untuk merespons ancaman langsung di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense