Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kutuk Serangan Israel Ke Lebanon
Menlu Retno: Kekerasan Jangan Jadi New Normal
Kamis, 26 September 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.232 personel Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (peacekeeper) asal Indonesia masih bertugas di Lebanon (UNIFIL). Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah menginginkan agar semua pihak bertikai antara Hizbullah dan Israel, menghormati penugasan pasukan perdamaian.
Hal ini diungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam sebuah pernyataan pada Rabu (25/9/2024). Saat ini, Menlu RI sedang menghadiri rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Mengetahui kondisi eskalasi yang meningkat di Lebanon, Retno khawatir dengan pasukan peacekeeper RI di UNIFIL. Dalam pernyataannya, Retno mengingatkan pentingnya menghormati keselamatan para penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Baca juga : KPK Panggil 17 Saksi, 3 Saksi Yang Datang
Mewakili Indonesia, Menlu Retno mengutuk serangan Israel ke Lebanon yang telah membunuh ratusan warga sipil, termasuk 50 orang anak-anak. Menlu perempuan pertama di Indonesia itu menyoroti dampak serius yang ditimbulkan oleh kekerasan ini.
“Serangan ini semakin mengeskalasi situasi Timur Tengah yang masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi Israel di Gaza,” ungkap Retno.
Retno menekankan kekerasan dan agresi ini tidak boleh menjadi sebuah hal normal baru, alias ‘a new normal’. Ia juga mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah tegas demi mendorong de-eskalasi dan menghentikan kekerasan yang terus berlanjut.
Baca juga : Kimberly Ryder, Korban KDRT Edward
Peacekeeper Indonesia di UNIFIL telah menjaga perdamaian di Lebanon Selatan sejak 2006. Indonesia merupakan penyumbang pasukan terbesar untuk misi penjaga perdamaian, baik di darat dan di laut. Total ada 1.232 personel yang bertugas di Lebanon saat ini.
“Pemerintah RI melalui KBRI Beirut terus memantau kondisi WNI di Lebanon dan telah menyiapkan langkah kontijensi untuk mengantisipasi kondisi gawat darurat,” tambah Retno.
Retno menekankan bahwa penindasan rakyat Palestina adalah akar permasalahan konflik yang lebih luas. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung solusi yang adil dan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Baca juga : Kaesang Pake Rompi Hitam Bertuliskan ”Putra Mulyono”
“Perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah dicapai tanpa keadilan untuk Palestina,” tegas Retno.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya