BREAKING NEWS
 

Benarkan Sinwar Tewas, Hamas Ogah Kembalikan Sandera Israel Sampai Ini Terjadi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 18 Oktober 2024 22:58 WIB
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar tewas di tangan Israel (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hamas akhirnya membenarkan kematian pemimpinnya, Yahya Sinwar di tangan Israel. Terkait hal ini, Wakil Pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya mengatakan, kematian Sinwar justru akan semakin memperkuat ikatan kelompoknya.

"Kami akan terus melanjutkan upaya untuk mencapai ambisi rakyat Palestina,” ujar Al-Hayya kepada BBC, Jumat (18/10/2024).

Dia memastikan, Hamas tidak akan mengembalikan sandera Israel, sampai agresi di Gaza berakhir dan pasukan Israel di Jalur Gaza ditarik mundur.

Baca juga : Pembekalan Di Hambalang, Para Calon Wamen Berbatik Ria

Al-Hayya adalah orang paling senior di Hamas setelah pemimpin Yahya Sinwar tewas terbunuh.

Warga Makin Khawatir

Adsense

Seorang pria Palestina yang memilih untuk tidak diidentifikasi, mengaku tidak melihat kematian Sinwar sebagai perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga di Jalur Gaza. "Saya tidak percaya ini akan mengubah dinamika konflik," katanya.

Dia pun mengambil contoh kematian tokoh senior Hizbullah dan Hamas lainnya, seperti Hassan Nasrallah yang tewas bulan lalu. Menurutnya, tak ada yang bergeser secara fundamental setelah peristiwa tragis itu.

Baca juga : Kemenkop UKM Beberkan Capaian Pengembangan Koperasi Dalam 10 Tahun

"Sebaliknya, ketegangan meningkat lebih jauh. Sebagai orang Palestina, kami menjadi semakin khawatir,” ungkapnya.

Warga lain yang bernama Mohammed, punya pandangan yang tak jauh beda. Dia meyakini, kematian Sinwar tidak akan menghentikan kejahatan pendudukan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

“Tapi, ini bisa saja mempengaruhi kesepakatan untuk menukar sandera Israel yang ditahan di Gaza, dengan tahanan Palestina di penjara Israel,” papar Mohammed.

Baca juga : Pemprov Latih Warga Olah Makanan Sehat Terjangkau

"Kami berharap, kematian Sinwar bisa mengakhiri agresi dan perang yang telah berlangsung di Jalur Gaza selama lebih dari setahun," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense