Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Asalkan Lebih Inovatif Dan Kembangkan Teknologi
BUMN Dorong RI Keluar Dari Middle Income Trap
Selasa, 24 September 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya penguatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sangat penting. Sebab, perusahaan pelat merah memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Salah satu upaya itu dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) dengan menggelar Focus Group Discussions (FGD) yang melibatkan akademisi dan perwakilan BUMN untuk membahas strategi bersama menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium FEB UI, Depok, Jawa Barat, Senin (23/9/2024).
FGD terkait Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat peran BUMN, dalam pembangunan nasional.
Salah satunya adalah dengan mendorong BUMN lebih inovatif, mengembangkan teknologi dan memberikan solusi untuk menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam FGD yang digelar FEB-UI tersebut menghadirkan tiga narasumber BUMN. Yakni Director Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Setiyo Wibowo, Direktur Operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG Reni Wulandari.
Baca juga : Satgas Temukan Karpet Impor Ilegal Dari Turki
Dari sisi akademisi UI sebagai penanggap, terdiri dari Kepala Lembaga Management FEB-UI Yasmine Nasution dan Dosen Departemen Fakultas Teknik (FT) UI Jessica Sjah. Keduanya memberikan perspektif yang beragam dari sisi profesionalitas.
Menurut Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan UI Arief Wibisono Lubis, ekonomi nasional Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara lain. Karena itu, keberadaan BUMN dan peran strategisnya sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Agar Indonesia Emas 2024 terwujud, perlu didukung oleh ekonomi yang resilient, mendorong Indonesia pada 2038 keluar dari middle income trap, yang didorong oleh kekuatan BUMN,” ujar Arief.
Apa yang diyakini para akademisi tersebut pun diamini Setiyo. Dalam materinya yang mengangkat tema Transform and Adapt to Achieve Sustainable Growth, ia menegaskan, sesuai dengan agenda yang diarahkan Kementerian BUMN, BTN mendukung lima prioritas Kementerian BUMN.
Salah satunya transformasi yang dilakukan secara keseluruhan, termasuk oleh BTN sejak 2020. Proses transformasi bisa dilihat dari capaian kinerja positif yang diraih BTN.
Baca juga : Orang Dianggap Miskin Jika Tidak Punya Dapur
Aset BTN sejak 2019 hingga 2023 telah mencapai Rp 456 triliun hingga semester I-2024. Sementara dari sisi kredit selama pandemi, terus tumbuh dengan mencapai total kredit sebesar Rp 352 triliun.
“Atau mencapai 14 persen yoy (year on year), lebih tinggi dari industri,” kata Setiyo.
Salah satu pendanaan bank atau Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 16,6 persen, mencapai Rp 365 triliun lebih tinggi dari kredit, yang fungsinya untuk menjaga likuiditas.
“DPK ini unsur yang sangat penting, agar bisa mendanai kredit,” ujarnya.
Dari sisi profitabilitas, BTN juga meraih laba signifikan di angka Rp 3,42 triliun, dengan kualitas kredit atau Non Performing Loan (NPL) terus terjaga. Dia mengakui, pada 2019 NPL mencapai angka tertinggi di level 3 persen, namun saat ini didorong ke level 2 persen.
Baca juga : Tahan Imbang Tuan Rumah City 2-2, The Gunners Pulang Kepala Tegak
“Dalam 3 sampai 4 tahun ke depan didorong mencapai 2,3 persen,” ucapnya.
Setiyo melanjutkan, pasca transformasi agresif pada 2020, area pendanaan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) dijaga di bawah 97 persen, sementara pada 2019, LDR mencapai di atas 100 persen. “Dengan likuiditas optimal, maka penyaluran juga optimal,” katanya.
Sejak 1976 atau selama 47 tahun, peran BTN dalam ekonomi nasional tak lepas dari powerhouse bidang perumahan. First mortgage dilakukan oleh BTN pada 1976, dan hingga saat ini telah menyalurkan KPR sebanyak 5 juta unit.
Dia menyebutkan, BTN menguasai sekitar 85 persen ekosistem perumahan, termasuk di sektor KPR, konstruksi, dan lainnya. Dan ber-partner dengan 7.000 developer dari level UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) hingga korporasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya