RM.id Rakyat Merdeka - Suriah tengah membara. Damaskus, sebagai ibu kotanya, sudah dikuasai kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pimpinan Abu Mohammed al-Golani. Presiden Suriah Bashar al-Assad melarikan diri ke Rusia.
Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Internasional, Duta Besar (Dubes) Darmansjah Djumala, kasus di Suriah menjadi Pelajaran bagi banyak negara, termasuk Indonesia, agar tidak bernasib sama.
Baca juga : Turunnya Tren Politik Identitas Bukti Pendewasaan Politik di Indonesia
Mantan Kepala Sekretariat Presiden era Jokowi periode pertama ini menjelaskan, kasus di Suriah tak lepas dari keterlibatan asing dalam perang saudara yang terjadi. Selama ini, ada Rusia dan Iran yang mendukung rezim Assad. Kemudian, dari sisi kelompok HTS, ada Turki. Amerika Serikat juga ikut melibatkan diri dalam perang tersebut dengan mendukung kelompok perlawanan separatis Kurdi, Syrian Democratic Forces ().
Dalam pandangan Dubes Djumala, perang saudara di Suriah mulanya hanyalah gerakan pro-demokrasi seiring berhembusnya angin demokratisasi di Timur Tengah. Tapi keterlibatan pihak asing menambah kompleksitas perang.
Baca juga : Berantas Kasus Judi Online, Kemenko Polkam Tidak Akan Pandang Bulu
“Keterlibatan pihak asing dalam perang saudara di Suriah bukan menyelesaikan masalah. Malah membuat konflik makin parah,” ucapnya.
Kasus ini, kata dia, memberi pelajaran, prinsip kebijakan luar negeri bebas-aktif, seperti yang dianut Indonesia relevan di era sekarang ini. Prinsip ini jadi pedoman agar tidak terombang-ambing dalam tarikan kepentingan geo-politik negara asing.
Baca juga : Beri Kuliah Sistem Politik di Unhan, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Keamanan Kawasan
“Dengan terpecahnya Suriah di bawah Assad akibat intervensi asing, terbukti bahwa prinsip bebas-aktif tetap relevan dalam politik global,” pungkas Djumala.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.