RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, terkait musibah terbakarnya pesawat Azerbaijan Airlines di wilayah udara Rusia, Grozny, Sabtu (28/12/2024).
Menurut laporan Kremlin, Putin menyatakan ucapan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban kecelakaan pesawat.
"Vladimir Putin menyampaikan permintaan maafnya atas insiden tragis yang terjadi di wilayah udara Rusia. Sekali lagi, Putin menyampaikan belasungkawa yang dalam dan tulus kepada keluarga korban kecelakaan pesawat, dan berharap mereka yang terluka segera pulih," demikian keterangan yang disampaikan Kremlin, seperti dilansir TASS, Sabtu (28/12/2024).
Melansir CNN International, Putin mengungkap pertahanan udara Rusia berada dalam kondisi aktif ketika pesawat nahas itu mencoba mendarat di Grozny.
Berhubung tidak dapat mencapai bandara, pesawat Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan J2-8243 itu dialihkan ke timur. Hingga akhirnya, pesawat itu jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan dan menewaskan 38 orang.
Baca juga : Ketua PMI Sumbawa: PMI Harus Inklusif Dan Terbuka Terhadap Perubahan
Mayoritas korban tewas berasal dari Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, dan Kirgistan. Di antara korban selamat, terdapat dua anak kecil.
Hingga kini, belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait insiden tersebut. Namun, seorang pejabat AS mengungkap adanya indikasi awal yang menunjukkan sistem anti-pesawat Rusia kemungkinan telah menjatuhkan pesawat Azerbaijan Airlines.
Namun dalam komentarnya, Putin tidak menyampaikan apa pun terkait hal tersebut.
Menurut keterangan Kremlin, pesawat Azerbaijan Airlines itu telah berulang kali mencoba mendarat di bandara di Grozny. Namun, pada saat yang sama, area Grozny, Mozdok dan Vladikavkaz dikabarkan tengah diserang oleh drone tempur Ukraina, dan sistem pertahanan udara Rusia mengusir serangan tersebut.
"Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan terkait musibah tersebut," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca juga : Waduh, Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati
CNN International melaporkan, dari rekaman video dan foto yang beredar setelah kejadian, memperlihatkan adanya perforasi di bodi pesawat, yang terlihat mirip kerusakan yang disebabkan oleh pecahan peluru atau puing-puing. Penyebab lubang-lubang ini belum dikonfirmasi.
Kamis (26/12/2024), Analis Penerbangan CNN International Miles O'Brien menjelaskan, logam di sekitar lubang yang bengkok ke dalam menunjukkan adanya ledakan di dekat ekor pesawat tersebut.
Pejabat AS juga mengatakan, lubang di sisi pesawat konsisten dengan kerusakan pecahan peluru dari sebuah ledakan.
Hilang Kendali
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan kepada Putin, pesawat nahas itu mengalami gangguan fisik dan teknis eksternal saat berada di wilayah udara Rusia, yang mengakibatkan hilangnya kendali penuh.
Aliyev mengatakan, pihak berwenang Azerbaijan telah memeriksa lubang di badan pesawat, memeriksa cedera penumpang dan anggota kru dari "partikel asing yang menembus kabin di tengah penerbangan", serta mendengar kesaksian para korban selamat.
Tanggapan Zelensky
Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Aliyev atas kecelakaan tragis Azerbaijan Airlines, lewat platform media sosial X.
Menurutnya, Rusia harus memberikan penjelasan yang jelas.
"Foto dan video dengan jelas menunjukkan kerusakan pada badan pesawat, termasuk kondisi lubang dan penyok, yang menunjukkan adanya serangan oleh rudal pertahanan udara,” kata Zelensky.
Buntut tragedi mengenaskan itu, lima maskapai penerbangan: Azerbaijan Airlines, Turkmenistan Airlines, El Al Israel, Flydubai dan Qazaq Air menangguhkan sementara penerbangan ke daerah-daerah di Rusia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.