RM.id Rakyat Merdeka - Semakin banyak bukti yang menunjukkan, mengkonsumsi alkohol terkait dengan peningkatan risiko kanker. Setidaknya ada tujuh jenis kanker. Kanker hati, payudara, usus besar, kerongkongan, tenggorokan, mulut, dan laring.
Menurut Kepala Korps Layanan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat (AS) dokter Vivek Murthy, konsumsi alkohol merupakan pemicu risiko kanker yang dapat dicegah. Untuk itu, konsumen alkohol harus mendapat informasi dengan risiko itu. Caranya dengan menempelkan label peringatan yang jelas pada kemasan alkohol, seperti halnya pada kemasan rokok.
Demikian pernyataan dokter Vivek Murthy, Jumat (3/1/2025), dalam rilis anjuran Surgeon General’s Advisory on Alcohol and Cancer Risk, di website Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, www.hhs.gov.
Dalam anjuran Surgeon General ke-19 dan ke-21 AS itu dipaparkan data keterkaitan konsumsi alkohol dengan kasus kanker. Dalam 10 tahun terakhir, konsumsi alkohol menjadi penyebab hampir satu juta kasus kanker di Negeri Paman Sam.
"Alkohol adalah penyebab 100.000 kasus kanker dan 20.000 kematian akibat kanker setiap tahunnya di Amerika Serikat. Lebih besar daripada 13.500 kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang disebabkan alkohol setiap tahunnya di Amerika Serikat, tetapi sebagian besar orang Amerika tidak menyadari risiko ini," ujar dokter Vivek Murthy.
Baca juga : Saham Produsen Alkohol Nyungsep, Usai Ahli Kesehatan AS Minta Peringatan Kanker
"Anjuran ini menjabarkan langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kanker akibat alkohol dan meminimalkan bahayanya," imbuhnya
Paparan dalam anjuran itu juga menyebutkan, secara global, ada 741.300 kasus kanker akibat konsumsi alkohol pada 2020.
Botol-botol bir, anggur, dan minuman beralkohol di AS sudah memiliki label peringatan yang menyatakan bahwa wanita hamil tidak boleh minum dan konsumsi alkohol dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk mengemudikan mobil. Namun label peringatan yang diusulkan Vivek Murthy, demi meningkatkan kesadaran tentang risiko kanker.
Saran Surgeon General muncul seiring dengan semakin banyaknya penelitian dan bukti mengenai dampak buruk alkohol bagi kesehatan manusia. Nasihatnya juga mencatat bahwa ketika konsumsi alkohol seseorang meningkat, begitu pula risiko untuk terkena penyakit-penyakit tersebut. Minum sedikit juga berisiko.
"Untuk individu, ketahuilah bahwa risiko kanker meningkat ketika Anda minum lebih banyak alkohol," tulis Vivek Murthy, Jumat di platform media sosial X.
Baca juga : Menkum Tegaskan Tak Ada Koruptor yang Terima Amnesti dari Presiden Prabowo
"Ketika Anda mempertimbangkan apakah akan minum atau seberapa banyak, perlu diingat bahwa lebih sedikit lebih baik dalam hal risiko kanker," pungkasnya.
Dilansir BBC, banyak negara juga telah merevisi batas konsumsi alkohol yang direkomendasikan. Setelah penelitian baru menunjukkan, tidak ada jumlah alkohol yang aman untuk diminum.
Kanada merevisi rekomendasinya dari hampir dua gelas per hari menjadi dua gelas per minggu, tahun lalu.
AS merekomendasikan tidak lebih dari dua gelar sehari untuk pria dan satu gelas untuk wanita, sementara Inggris menyarankan tidak lebih dari sekitar enam gelas anggur, atau satu liter bir per minggu.
Dengan adanya anjuran dari Surgeon General dan penelitian baru yang menunjukkan bahaya minuman keras, Kongres diragukan bakal bertindak cepat untuk memberlakukan peringatan yang baru untuk produk alkohol. Pasalnya sudah hampir empat dekade sejak Kongres menyetujui label peringatan pemerintah yang pertama tentang alkohol, yaitu label yang menyatakan bahwa wanita hamil tidak boleh minum dan memperingatkan tentang bahaya mengemudi sambil mabuk. Tidak ada pembaruan yang dilakukan sejak saat.
Baca juga : Tingkat Stress Dokter Di Amerika Serikat
Anjuran dokter Vivek Murthy Ini adalah tembakan terbaru dalam perdebatan sengit tentang risiko dan manfaat minum alkohol. Selama beberapa dekade, minum alkohol dalam jumlah sedang dikatakan dapat membantu mencegah serangan jantung dan stroke.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.