RM.id Rakyat Merdeka - Penulis asal Ethiopia, Sisay Sahlu Nigatu, membuat buku tentang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ethiopia Al Busyra Basnur dan berbagai kegiatan diplomasi Indonesia di Ethiopia. Buku itu diharapkan dapat menjadi referensi yang mempererat hubungan kedua negara.
Sisay Sahlu merupakan seorang wartawan senior media terkemuka Ethiopia, The Reporter. Buku yang dia tulis diberi judul Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur, Inspiring Ambassador, From Journalist and Writer to Diplomat.
Peluncuran buku itu dilakukan di Kota Arba Minch, Ethiopia, Sabtu (4/1/2025). Buku setebal 246 halaman itu terbit dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia.
Baca juga : Lazio Vs Atalanta, Buru Kemenangan Di Akhir Tahun
Dubes yang akrab disapa Al itu mengapresiasi karya Sisay Sahlu. Ia berharap buku tentangnya ini dapat menjadi referensi yang mempererat hubungan kedua negara.
"Berbagai kegiatan, terutama di bidang ekonomi, pendidikan, pembangunan sumber daya pemuda dan pariwisata, tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Ethiopia, namun juga menjadi sumber inspirasi dan memotivasi masyarakat di Ethiopia," kata Dubes Al sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Senin (6/1/2025).
Sisay Sahlu mengatakan, Ethiopia belajar banyak dari Indonesia. Pembelajaran itu diperoleh dari kegiatan diplomasi yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Addis Ababa. Sisay Sahlu merasa perlu menulis semua terobosan yang dibuat Dubes Al. Sebab, ia merasa menemukan banyak hal baru dari kegiatan diplomasi yang dilakukan Dubes RI.
Baca juga : Anindya Bakrie Lakukan Diplomasi Ekonomi dengan Para Dubes Negara Eropa dan AS
Baginya, hal baru itu menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan kalangan Pemerintah dan non Pemerintah. Baik itu di Ethiopia, maupun di luar Ethiopia.
“Sebagai wartawan, saya meliput hampir semua kegiatan Kedutaan Besar asing di Ethiopia. Namun, di Kedutaan Besar Indonesia di Addis Ababa, saya menemukan banyak hal baru dan cara komunikasi Duta Besar yang sama sekali tidak saya temui di kedutaan besar asing lain di Addis Ababa,” kata Sisay Sahlu dalam paparannya.
Sejak Maret 2019 sampai Desember 2024, KBRI Addis Ababa menyelenggarakan lebih 340 kegiatan. Selama itu, KBRI Addis Abba telah menerbitkan 14 buku.
Baca juga : Jakarta Bersiap, Cuaca Besok Rabu (4/12) Diramal Akan Didominasi Hujan Ringan
Pada Januari 2025 ini akan diterbitkan lagi tiga buku baru. Buku-buku tersebut berisi kumpulan tulisan. Baik itu terdiri dari tokoh akademisi, pemuda dan profesional Indonesia dan Ethiopia. Tulisan-tulisan itu terkait isu-isu penting yang menjadi perhatian masyarakat global.
Peluncuran buku di Arba Minch hari Sabtu dihadiri oleh seratus orang. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, dosen, profesional dan pejabat pemerintah. Tampil sebagai nara sumber dan pembahas buku adalah penulis Sisay Sahlu, Wakil Rektor Universitas Arba Minch Dr. Behailu Merdekios, dosen dan konsultan hukum Ethiopia dan mahasisqa Universitas Arba Minch Selamawit Melaku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.