BREAKING NEWS
 

Sah! Indonesia Resmi Masuk Geng Ekonomi BRICS, Siap Tantang Dominasi Negara Maju

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 7 Januari 2025 15:45 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono berfoto bersama dengan pemimpin negara anggota BRICS. Foto: Instagram/sugiono_56

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kini resmi menjadi anggota penuh BRICS, geng ekonomi negara berkembang yang diperhitungkan di kancah global. Pengumuman ini disampaikan oleh Brazil, Senin (6/1/2025), selaku pemegang kepemimpinan BRICS 2025.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah Soemirat menyambut baik keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Rusia dan Brasil yang telah mendukung pencalonan Indonesia. 

“Indonesia memandang keanggotaannya di BRICS sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan negara-negara berkembang lainnya, berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (7/1).

Keanggotaan ini menjadikan Indonesia sebagai bagian dari aliansi yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang selama ini berupaya memperkuat suara negara berkembang (Global South) di tengah dominasi negara-negara maju.

Baca juga : Wartawan Ethiopia Tulis Buku Kegiatan Diplomasi Dubes Al Busyra Basnur

Indonesia sebenarnya sudah mulai menjajaki keanggotaan BRICS sejak 2023, di era Presiden Jokowi. Namun, keputusan final untuk bergabung baru diambil setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menjabat. 

Proses ini mendapat dukungan kuat dari Rusia, yang saat itu menjadi Ketua BRICS 2024. Negeri Beruang Merah berperan besar dalam memfasilitasi pencalonan Indonesia. 

Tak hanya itu, Brazil sebagai Ketua BRICS 2025 turut mengumumkan secara resmi keanggotaan Indonesia, menandakan dukungan penuh dari negara-negara anggota.

Adsense

“Keanggotaan ini merupakan hasil dari keterlibatan aktif Indonesia dengan BRICS selama beberapa tahun terakhir, termasuk saat menghadiri KTT BRICS tahun 2023 di Johannesburg di bawah Keketuaan Afrika Selatan, dan KTT Kazan 2024 di bawah Keketuaan Rusia,” lanjut Jubir yang akrab disapa Roy ini.

Baca juga : Restoran Indonesia di Hong Kong Sukses Direnovasi Berkat Diaspora Loan BNI

Ia menambahkan, partisipasi Indonesia di BRICS merupakan implementasi dari amanat konstitusi. Dalam konstitusi, Indonesia dituntut untuk berperan aktif dalam menjaga tatanan global. 

"Indonesia telah, dan akan terus melanjutkan komitmennya dalam menjembatani berbagai kepentingan di berbagai forum multilateral. Indonesia siap berpartisipasi secara konstruktif dalam berbagai inisiatif BRICS demi kepentingan masyarakat global,” terangnya.

Tak hanya itu, pemerintah Brasil juga menegaskan bahwa masuknya Indonesia ke dalam BRICS adalah langkah besar yang sejalan dengan visi organisasi tersebut. 

“Indonesia memiliki komitmen yang sama dengan anggota lainnya untuk mereformasi lembaga tata kelola global dan memberikan kontribusi positif untuk memperdalam kerja sama Selatan-Selatan,” tulis Kemlu Brazil dalam pernyataan resminya.

Baca juga : Top, Indonesia Kembali Serahkan Bantuan Kemanusiaan Ke Vanuatu

BRICS pertama kali dibentuk pada 2009 oleh Brazil, Rusia, India, dan China, sebelum Afrika Selatan bergabung pada 2010. Seiring waktu, aliansi ini terus berkembang. Tahun lalu, Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab juga resmi bergabung. Arab Saudi sendiri telah diundang, namun belum mengambil keputusan.

Saat ini, sejumlah negara lain seperti Turki, Azerbaijan, dan Malaysia juga telah mengajukan permohonan keanggotaan, sementara beberapa negara lain menyatakan minatnya untuk bergabung.

Organisasi ini kerap disebut sebagai penyeimbang dominasi Kelompok Tujuh (G7), yang beranggotakan AS, Inggris, Jerman, Jepang, Kanada, Prancis, dan Italia. Blok G7 juga melibatkan Uni Eropa sebagai anggota tidak resmi. Dengan masuknya Indonesia, posisi BRICS semakin kuat dalam upayanya mendorong sistem ekonomi global yang lebih adil bagi negara berkembang.

Sebagai anggota baru BRICS, Indonesia telah menyiapkan agenda besar yang mencakup ketahanan ekonomi, kerja sama teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Tak hanya itu, Indonesia juga berkomitmen untuk membantu mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense