BREAKING NEWS
 

Mau Caplok Greenland & Terusan Panama

Duh, Trump Tebar Ancaman Kekuatan Militer & Ekonomi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 9 Januari 2025 04:30 WIB
President terpilih Amerika Serikat Donald Trump dalam jumpa pers di kediamannya, di Mar-a-Lago, Palm Beach, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Selasa (7/1/2025). (Foto AP/Evan Vucci)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai disahkan Kongres sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), Donald Trump makin menggila dengan mengklaim wilayah negara lain. Bahkan, Trump mau menggunakan kekuatan militer dan ancaman ekonomi kepada pihak yang menghalangi niatnya.

Selain kerap menggembar-gemborkan wacana mengajak Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS, Trump juga berkoar-koar ingin membidik Terusan Panama dan Greenland. Dalam konferensi pers, Selasa (7/1/2025) yang dikutip Reuters, Trump berencana menggunakan kekuatan militer untuk merebut Terusan Panama dan Greenland.

Trump sudah pernah menyampaikan keinginannya memiliki Greenland pada 2019, saat duduk sebagai Presiden ke-45 AS. Pebisnis itu juga telah menyampaikan keinginannya membeli wilayah milik Denmark tersebut.

Lima tahun kemudian, usai menang pemilu 5 November 2024, dan setelah 6 Januari lalu Kongres mengesahkan sertifikat kemenangan Pilpres AS, Trump kembali menegaskan niatnya itu. Bahkan, dia menekankan sebagai sebuah keharusan demi keamanan nasional Negeri Paman Sam.

Baca juga : Biden Bawa Pesan Damai, Trump Sindir Lawan Politik

Trump juga mengancam akan menerapkan tarif ekonomi super tinggi ke Greenland dan Panama jika niatannya tidak didukung.

“Masyarakat Greenland bahkan tidak tahu Denmark mempunyai hak hukum atas wilayah tersebut. Denmark harus menyerahkan karena kami memerlukannya untuk keamanan nasional, yaitu untuk dunia bebas,” ujar Trump pada konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, Selas (7/1/2025).

Adsense

Greenland merupakan daerah yang terletak di kawasan utara Amerika, tetapi merupakan negara otonomi dari Kerajaan Denmark di Eropa. Greenland adalah koloni Denmark hingga 1953. Greenland tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, tetapi menerima status otonomi dengan kemungkinan pemerintahan sendiri dan pilihan untuk independen, menurut kebijakan dalam negeri pada 2009.

Trump menegaskan, tidak ada satu pihak pun yang mengetahui Denmark memiliki hak atau kepentingan yang tepat untuk Greenland. Dia juga menilai, masyarakat Greenland kemungkinan akan memilih memperoleh kemerdekaan atau bergabung dengan AS.

Baca juga : Gus Farkhan Tegaskan Peran Ulama Dan Umara Jaga Perdamaian Negara

Pensiunan diplomat AS Daniel Fries mengatakan, niat Trump merebut wilayah negara lain mirip dengan ambisi imperialis abad ke-19. Pasalnya, merebut Greenland akan menghancurkan esensi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Membuat Trump tidak berbeda dengan Vladimir Putin,” ujar Fried, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada akhir Desember lalu, Trump juga ngoceh ingin mengambil alih Terusan Panama gara gara tarif yang dipatok untuk kapal-kapal AS terlampau mahal. Dia menegaskan, jika Panama tidak bisa memastikan operasi yang aman, efisien dan andal, maka terusan itu lebih baik dikembalikan ke AS.

“Kami akan menuntut agar Terusan Panama dikembalikan kepada kami secara penuh, tanpa pertanyaan,” tegas Trump, akhir Desember 2024.

Baca juga : Hari Kedua Retreat, Para Menteri Dan Wamen Dibekali Materi Ekonomi

Terusan Panama merupakan jalur penting bagi AS karena menjadi rute kapal AS dari Samudra Atlantik dan Pasifik. AS berkontribusi dalam menyelesaikan Terusan Panama pada 1914. Mereka mengembalikan jalur ini ke Panama berdasarkan perjanjian yang diteken Presiden Jimmy Carter pada 1977.

Panama mengambil alih seutuhnya terusan tersebut pada 1999. Panama sudah menyatakan bahwa terusannya tak akan pernah mereka serahkan ke Trump. Presiden Panama Joe Raul Mulino menegaskan, setiap meter persegi kawasan itu beserta wilayah sekitarnya merupakan milik Panama dan akan terus menjadi milik Panama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense