Dark/Light Mode

Neraca Perdagangan Tembus Rp 51,7 Triliun

Hilirisasi Jadi Kunci Kekuatan Ekonomi

Jumat, 19 Januari 2024 07:10 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 dengan nilai 3,31 miliar dolar AS atau sekitar Rp 51,7 triliun. Angka tersebut merupakan tren surplus sejak Mei 2020 atau telah berlangsung selama 44 bulan berturut-turut.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian tersebut juga mencerminkan ketahanan eksternal yang terjaga di tengah pelambatan perekono­mian global.

Sepanjang 2023, surplus ne­raca perdagangan internasional Indonesia secara agregat men­capai 36,93 miliar dolar AS dan melanjutkan tren surplus dalam 4 tahun terakhir.

Baca juga : Saran Legenda Arsenal, Harga Ivan Toney Rp 1,9 Triliun, Kemahalan!

Performa impresif neraca per­dagangan tidak terlepas dari ter­jaganya kinerja ekspor Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komodi­tas, dan gejolak geo-politik yang mewarnai tahun 2023.

Kinerja ekspor sepanjang 2023 mencapai 258,82 miliar dolar AS. Masih lebih tinggi dari nilai impor sebesar 221,89 miliar dolar AS.

India dan Amerika Serikat menjadi 2 negara penyumbang surplus terbesar untuk 2023 dengan nilai surplus masing-masing sebesar 14,51 miliar dolar AS dan 14,01 miliar dolar AS.

Baca juga : Neraca Perdagangan Surplus 44 Bulan Berturut-turut, Ini Kata Menko Airlangga

Indonesia bahkan berhasil me­matahkan konsistensi defisit ne­raca perdagangan dengan China sejak 2008 dan berhasil mencatat­kan surplus sebesar 2,06 miliar dolar AS untuk tahun 2023.

Ekspor Indonesia ke China untuk tahun 2023 mencapai 64,94 miliar dolar AS dengan komoditas utama ekspor, yakni besi dan baja, batu bara, kelapa sawit dan produk nikel.

Selama periode Januari-No­vember 2023, ekspor produk nikel Indonesia mampu mencetak rekor tertinggi sebesar 4,5 miliar dolar AS. Hal ini seiring gencarnya kebijakan hilirisasi yang dilakukan Pemerintah da­lam beberapa tahun terakhir.

Baca juga : Hilirisasi Rumput Laut Bisa Kalahkan Tambang

Airlangga mengatakan, kinerja perdagangan segi ekspor juga positif terus. Bahkan kita positif dengan China karena kebijakan hilirisasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.