BREAKING NEWS
 

Gencatan Senjata Hamas-Israel Dimulai

Sandera Dibebaskan, Warga Gaza Berpelukan Dan Menangis

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 21 Januari 2025 06:20 WIB
Salah satu keluarga di Gaza, Palestina, kembali ke rumah mereka usai gencatan senjata antara Israel dengan Hamas dimulai, Minggu (19/1/2025). Foto: AP PHOTO/LEO CORREA

 Sebelumnya 
Setelah melalui proses alot, kesepakatan antara Hamas dan Israel disetujui pada Rabu (15/1/2025). Kesepakatan ini di­mediasi Qatar, Mesir dan Ameri­ka Serikat (AS). Gencatan sen­jata akan berlangsung dalam tiga tahap. Dimulai dari 19 Januari 2025 hingga 20 April 2025.

Serangan balasan Israel yang brutal di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 46.000 warga Palestina. Sekitar 2,3 juta penduduk wilayah itu kehilangan tempat tinggal. Dengan adanya kesepakatan gencatan senjata, warga Gaza yang mengungsi dapat kembali ke kampung halaman mereka.

Jalan-jalan di Kota Gaza yang hancur di utara wilayah itu sudah ramai dengan sekelompok orang yang melambaikan bendera Palestina. Mereka merekam Minggu bersejarah itu dengan ponsel. Beberapa gerobak yang penuh dengan barang-barang rumah tangga berjalan di sepanjang jalan raya yang dipenuhi puing-puing.

Baca juga : Siap Dinikahi Dito Mahendra

Warga Kota Gaza, Ahmed Abu Ayham, berlindung bersama kelu­arganya di Khan Younis. Pria 40 tahun itu mengatakan, gencatan senjata telah menyelamatkan nyawanya. Namun hal ini tidak sebanding dengan banyaknya nyawa yang hilang dan skala kerusakan yang terjadi di kotanya. Hal itu membuat dia dan pen­duduk Gaza lainnya, tak punya waktu untuk membuat perayaan.

“Kami kesakitan, sangat sakit dan sudah waktunya berpelukan dan menangis,” katanya.

Saat ini, belum ada kesepaka­tan siapa yang akan menge­lola Gaza. Reuters melaporkan, Amerika mendukung reformasi otoritas Palestina untuk mengam­bil peran tersebut. Namun keputu­san ini masih menjadi perdebatan.

Baca juga : Masa Cekal Firli Sudah Habis

Donald Trump yang kembali menjabat Presiden AS, menolak Hamas mengambil alih wilayah itu. Pernyataan Trump disampai­kan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz. Trump menyatakan, jika Hamas mengingkari perjanjian tersebut, AS akan mendukung Israel.

“Hamas tidak akan pernah memerintah Gaza. Itu sama sekali tidak dapat diterima,” tegasnya. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 21 Januari 2025 dengan judul "Gencatan Senjata Hamas-Israel Dimulai Sandera Dibebaskan, Warga Gaza Berpelukan Dan Menangis"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense