RM.id Rakyat Merdeka - Banyak yang menanti kepastian Donald Trump mengakhiri perang Rusia-Ukraina, sebagaimana digembar-gemborkan saat kampanye. Maklumlah, Trump yang dilantik menjadi Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) pada 20 Januari 2025, pernah sesumbar akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina, dalam tempo 24 jam setelah menduduki kursi orang nomor satu di Negeri Paman Sam.
Namun, hingga Selasa (21/1/2025), belum ada satu pun perwakilan Trump yang menghubungi kubu Rusia. Meski banyak pernyataan Washington yang menunjukkan niat untuk memulai dialog.
Hal ini diungkap ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov.
Baca juga : Pasca Partai Gema Bangsa Didirikan, Inisiator Gelar Konsolidasi
"Sampai sekarang, tidak ada yang menghubungi pemerintah Rusia terkait masalah ini," kata Ushakov dalam konferensi pers di Moskow, seperti dikutip Anadolu, Selasa (21/12025).
"Kami membaca di media dan melihat di televisi, bahwa pemerintah AS sedang mempersiapkan dialog dengan Rusia. Bahkan, ada laporan bahwa Presiden Trump telah menginstruksikan timnya untuk menjalin kontak dengan perwakilan Rusia. Kami sudah siap untuk itu," imbuhnya.
Untuk diketahui, pada hari yang bersamaan dengan pelantikan Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan virtual dengan Presiden China Xi Jinping. Kedua pemimpin membahas berbagai masalah internasional.
Baca juga : Fakta Pelantikan Trump Dapat Pengamanan Ketat Yang Belum Pernah Ada
"Di antara topik regional, para pemimpin berfokus pada wilayah Asia-Pasifik, Semenanjung Korea, dan Timur Tengah, terutama soal kesepakatan antara Israel dan Hamas," papar Ushakov.
Dia menepis spekulasi yang menyebut diskusi Putin-Xi adalah isyarat solidaritas, karena dijadwalkan bertepatan dengan pelantikan Trump.
Menurutnya, tanggal pertemuan telah ditetapkan pada Desember, jauh sebelum pelantikan presiden AS.
Baca juga : Sidarto: Butuh Perantara
"Putin dan Xi membahas situasi di Ukraina dan hubungan Rusia-China yang lebih luas, serta memperhitungkan pemerintahan Trump yang akan datang," beber Ushakov.
Dalam pelantikan pada Senin (20/1/2025) Trump tidak menyebutkan Rusia atau Ukraina secara khusus. Dia hanya menegaskan, kekuatan Amerika akan memungkinkan untuk mengakhiri semua perang dan menumbuhkan persatuan global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.