Dark/Light Mode

Jalin Persahabatan 25 Tahun, Luhut: Mahfud Tempat Konsultasi Hukum

Minggu, 17 November 2024 09:05 WIB
Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan saat Podcast Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat, Sabtu (16/11/2024). Foto: Istimewa
Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan saat Podcast Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat, Sabtu (16/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sudah sekitar 25 tahun Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan menjalin persahabatan. Keduanya mulai dekat ketika sama-sama menjadi menteri di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Mahfud jadi Menteri Pertahanan (Menhan). Luhut duduk di Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag). Sejak itu, keduanya jadi sahabat karib. Meski dalam perjalanannya kerab berbeda pilihan politik.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional itupun cerita banyak soal awetnya persahabatannya dengan Mahfud. Keduanya kerap berkolaborasi baik di dalam maupun di luar Pemerintahan.

"Pak Mahfud seorang yang idealis, lurus, ingin berbuat bagi republik. Kami suka telfon-telfonan, menyelesaikan banyak masalah bangsa di dalam atau di luar," ungkap Luhut dalam Podcast Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official dilihat, Sabtu (16/11/2024).

Saat Luhut menjabat Menko Marves dan Mahfud menjabat Menko Polhukam di era Pemerintahan Jokowi, banyak persoalan yang mereka selesaikan bersama.

Baca juga : Citra Kirana, Setia Temani Suami Hadapi Kasus Hukum

Dari persoalan Flight Information Region (FIR), ekstradisi, Defence Cooperation Agreement (DCA), Kasus Kapal Penyelundup dari Iran dan Panama, masalah Laut Cina Selatan, dan persoalan lainnya.

Luhut mengaku, dirinya merupakan orang yang sangat hati-hati tentang hukum. Maka itu, langkah-langkah terkait hukum harus ditanyakan kepada ahlinya. Nah, Mahfud adalah ahli hukum yang selama ini dipercaya Luhut.

"Ya ahlinya Pak Mahfud. Ada di kantor saya Pak Lambok, tanya dia ini bagaimana sih sejarahnya UU begini. Tetapi officially Pak Mahfud, ya saya sering undang beliau," tuturnya.

Luhut pun membenarkan apa yang diceritakan Mahfud soal kerja sama mereka menyelesaikan persoalan kelapa sawit yang ditangani Mahfud dengan tegas, hingga memproses hukum pelakunya.

Bahkan, Luhut mengungkapkan, sampai sekarang, aturan soal itu masih terus dipakai Presiden Prabowo Subianto sebagai landasan untuk mengambil langkah-langkah kebijakan, terutama tentang efisiensi.

Baca juga : Ajang Persahabatan Kuli Tinta, PSSI Gelar Mandiri Media Cup

"Kita boleh sering beda pendapat, tidak perlu persoalkan, wong kita kakak-adik saja bisa beda pendapat. Tetapi urusan bangsa, harus bekerja sama," kata Luhut.

Sementara Mahfud menilai, kekompakan mereka selama ini karena ada kesamaan idealisme soal Indonesia yang telah dibangun dan diajarkan guru ideologis mereka, Gus Dur.

Mahfud menuturkan, Gus Dur selalu mengingatkan agar tidak mengambil sesuatu dari Indonesia secara berlebihan. Gus Dur meminta, sebagai anak bangsa, lebih banyak memberi ke Indonesia karena Indonesia sudah memberi berkah kepada kita semua.

Selain itu, Gus Dur terus mengarahkan agar mereka senantiasa menjaga Indonesia sebagai negara Pancasila yang penuh toleran dan kebersatuan.

"Terus berjuang tegakkan hukum, berantas korupsi, itu yang selalu dikatakan oleh Gus Dur. Kami berdua bertemu di nilai itu sebenarnya," kata Mahfud menjawab pertanyaan host yang juga wartawan senior, Rizal Mustary.

Baca juga : Perpustakaan Harus Menjadi Tempat Menggembirakan

Mahfud menambahkan, di Kabinet Pemerintaham Jokowi, dia dan Luhut mendapatkan kesempatan bermitra. Kondisi itu membuat keduanya mudah berkoordinasi.

Mahfud pun kagum dengan sikap Luhut. Pasalnya, Luhut yang berlatar belakang militer, senantiasa mengikuti pandangan-pandangannya.

Bahkan, tidak sedikit kasus yang macet dapat selesai setelah Luhut sebagai Menko Marves meminta semua patuh atas kebijakan Menko Polhukam.

"Di depan forum, Pak Luhut bilang, ini Menko Polhukam sudah bilang gitu, laksanakan," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.