BREAKING NEWS
 

Wawancara Eksklusif Dengan Dubes Rusia Untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov

Kami Nggak Takut Dengan Ancaman Presiden Trump

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 3 Februari 2025 06:20 WIB
Tim Rakyat Merdeka saat mewawancarai Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RM.ID

 Sebelumnya 
Pihak Ukraina mengklaim justru Rusia yang melanggar kedaulatan mereka. Pendapat anda?

Sebaliknya, Pemerintah Ukraina justru mensahkan peraturan daerah yang melarang pembelajaran bahasa Rusia di sekolah Ukraina dan melarang praktik ibadah di gereja Orthodox di Ukraina.

Coba lihat Indonesia, negara multietnis dan memiliki banyak agama. Seluruh penganut agama ini diakui dan dihormati.

Ukraina tidak seperti itu. Mereka melarang semua kegiatan Orthodox di Ukraina. Mereka ini adalah masyarakat minoritas di Ukraina. Kenapa masyarakat minoritas tidak boleh menggunakan bahasa ibu di keseharian dan beraktivitas seperti biasa?

Ukraina justru melarang semua yang berbau Rusia. Mulai dari sekolah bahasa Rusia, stasiun televisi Rusia, literatur berbahasa Rusia, stasiun radio Rusia, sampai koran berbahasa Rusia. Ini seharusnya tidak pernah terjadi di sebuah negara yang beradab.

Baca juga : Diselingkuhi Suami, Curhat Di Medsos

Kenapa mereka mendukung keadilan untuk kelompok minoritas seperti LGBT, tapi tidak mendukung kelompok seperti masyarakat berbahasa Rusia? Kan sama-sama kelompok minoritas.

Kembali soal Trump yang berjanji akan menghentikan konflik Rusia dan Ukraina dalam waktu 100 hari pemerintahannya, bagaimana menurut anda?

Mungkin nanti dia akan mengkoreksi menjadi 100 tahun. Sebelum itu kan Trump pernah janji akan hentikan perang Rusia-Ukraina dalam waktu 24 jam usai pelantikannya, dan kemudian menjadi 48 jam. Durasinya terus bertambah.

Tapi, saya rasa Trump mulai menepati janjinya. Karena baru saja AS memutuskan untuk menghentikan seluruh bentuk bantuan luar negerinya. Ini berarti termasuk bantuan persenjataan, intelijen, dan keuangan untuk perang Ukraina.

Ini sesuai dengan permintaan pihak Rusia, yaitu AS berhenti mengirimkan bantuan untuk Ukraina. Jika bantuan dari luar sudah berhenti, perang bisa berhenti dalam waktu dekat. Sebab semua persenjataan, pasukan, hingga perlengkapan perang didapat Ukraina dari AS dan sekutunya.

Baca juga : Bantah Elpiji 3 Kg Langka, Bahlil: Pengelolaan Sedang Ditata

Sebenarnya perang ini bukan antara Rusia melawan ukraina. Mereka sudah seperti proxy war bagi Rusia. Ini adalah perang antara Rusia melawan NATO.

Kami mencatat ada sekitar 50 ribu pasukan, relawan, dan pasukan bayaran dari Barat masuk Ukraina. Mereka adalah pensiunan militer atau masih personel militer aktif.

Karena tanpa pasukan dari luar, pasukan militer ukraina tidak dapat menggunakan perlengkapan perang yang super canggih. Mereka juga tidak bisa menggunakan informasi mata-mata dari satelit canggih milik AS.

Bukannya Rusia juga dapat bantuan pasukan dari Korea Utara? Apa bedanya dengan pasukan asing yang membantu Ukraina?

Mengenai pasukan Korea Utara (Korut) yang membantu pasukan Rusia, kami sudah memiliki kesepakatan terlebih dahulu.

Adsense

Baca juga : Anggaran Dipotong, Para Menteri Tidak Berani Protes

Rusia dan Korut sudah menandatangani kesepakatan kerja sama strategis pada akhir Desember 2024. Januari ini kami juga menandatangani kerja sama komprehensif strategis dengan Iran.

Rusia memiliki kesepakatan kerja sama saling bantu untuk berbagai sektor, termasuk sektor pertahanan dan militer.

Nah, jika negara-negara ini ingin mengirimkan pasukan membantu Rusia, itu keputusan negara tersebut. Kami tidak akan ganggu gugat. Berbeda dengan pasukan yang masuk ke Ukraina tanpa dasar hukum legal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense