BREAKING NEWS
 

Ide Gila Trump Mau Usir Warga Palestina Ditolak

Jalur Gaza Bukan Tumpukan Sampah, Kami Tak Akan Pergi

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 6 Februari 2025 04:23 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih di Washington DC، Amerika Serikat, 4 Februari 2025. (Foto AFP/Jim Watson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan keinginan kontroversial, Selasa (4/2/2025). Trump ingin memukimkan kembali warga Palestina di negara-negara lain dan mengubah Jalur Gaza agar bisa ditinggali masyarakat global.

Trump menyampaikan usulan mengejutkan tersebut saat konferensi pers bersama Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC.

Baca juga : AS Mau Ambil Alih Gaza, Trump Minta Warga Palestina Cari Tempat Lain

Namun, Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu tida menyebut rincian bagaimana dia akan memindahkan lebih dari 2 juta warga Palestina atau mengendalikan Gaza. Trump hanya menegaskan, dia akan membangun kembali daerah kantong Palestina itu.

“Amerika akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami akan melakukan pekerjaan di sana. Kami akan memilikinya,” kata Trump, seraya menekankan ada dukungan dari “kepemimpinan tertinggi” di Timur Tengah dan meningkatkan tekanan pada Mesir dan Yordania agar menerima pengungsi Gaza.

Baca juga : Pidato Trump Usai Dilantik Jadi Presiden, Ini Janji Dan Terobosan Pekan Pertama

Namun, Mesir, Yordania dan Palestina dengan tegas menolak gagasan Trump. Trump mengatakan, Paman Sam akan membersihkan medan perang dan meratakan zona yang sudah hancur akibat gempuran pasukan Israel.

“Di sana kami akan menciptakan pembangunan ekonomi yang akan menyediakan lapangan pekerjaan dan perumahan dalam jumlah tak terbatas bagi penduduk di daerah itu,” ucapnya.

Baca juga : Indonesia Makin Seksi Di Mata Investor, Nggak Kalah Sama Vietnam Dan Malaysia

Ditanya apakah warga Palestina bisa kembali setelah pembangunan pasca perang, Trump menggelengkan kepala. Dia menegaskan, penduduk di Jalur Gaza yang boleh masuk adalah mereka yang berkontribusi dalam membangun wilayah tersebut. Dengan ini, sebut Trump, orang-orang akan hidup damai dalam situasi yang jauh lebih baik.

“Orang-orang yang sudah benar-benar hancur yang tinggal di sana, sekarang dapat hidup dengan damai dalam situasi yang jauh lebih baik. Mereka sebelumnya hidup di neraka,” kata Trump.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense