Sebelumnya
PM Netanyahu menemui Trump di Gedung Putih pada Selasa (4/2/2025). Pertemuan itu membahas masalah Jalur Gaza, mulai dari gencatan senjata hingga rencana relokasi warga Gaza.
Warga Tolak Trump
Warga Palestina menolak keras niatan Trump mengusir warga asli ke negara lain. Dia menilai, Trump sedang berkhayal.
Baca juga : AS Mau Ambil Alih Gaza, Trump Minta Warga Palestina Cari Tempat Lain
Dilansir AFP, Selasa (4/2/2025), Hatem Azzam, warga Kota Rafah, Gaza selatan, geram dengan pernyataan Trump yang menyarankan warga Gaza harus pindah ke Mesir atau Yordania. Azzam mengatakan, Gaza bukanlah tumpukan sampah.
“Trump menganggap Gaza adalah tumpukan sampah. Ini tanah leluhur kami,” tegas Azzam.
Baca juga : Pidato Trump Usai Dilantik Jadi Presiden, Ini Janji Dan Terobosan Pekan Pertama
“Trump seenaknya memerintah orang untuk memenuhi keinginannya. Seolah-olah ini semua ladang pribadinya,” ketus Azzam.
Ihab Ahmed, warga Rafah, menyesalkan Trump dan Netanyahu masih tidak memahami rakyat Palestina dan keterikatan mereka dengan tanah leluhurnya.
Baca juga : Indonesia Makin Seksi Di Mata Investor, Nggak Kalah Sama Vietnam Dan Malaysia
“Kami akan tetap berada di tanah ini apa pun yang terjadi. Bahkan jika kami harus tinggal di tenda-tenda dan di jalanan, kami akan tetap berakar di tanah ini,” tandas Ihab Ahmed.
Ihab Ahmed mengatakan, warga Palestina telah memetik pelajaran dari perang 1948 yang terjadi setelah mandat Inggris.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.