BREAKING NEWS
 

Indonesia Tolak Rencana Trump Relokasi Warga Gaza, Dorong Solusi Dua Negara

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 6 Februari 2025 11:57 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) Rolliansyah Soemirat ungkapkan sikap Indonesia terkait ide gila Donald Trump untuk Jalur Gaza. (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengambil alih Jalur Gaza di Palestina menuai kecaman dunia. Kecaman juga datang dari Pemerintah Indonesia. 

"Indonesia dengan tegas menolak segala upaya untuk secara paksa merelokasi warga Palestina atau mengubah komposisi demografis Wilayah Pendudukan Palestina," kata Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat di video, Rabu (5/2/2025).

Pria yang akrab disapa Roy itu menambahkan, tindakan semacam itu akan menghambat terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Ia juga mendorong implementasi Solusi Dua Negara. Solusi ini mengakui adanya dua negara, yakni Negara Palestina dan Israel yang merdeka.

Baca juga : Tok! Indonesia Pulangkan Terpidana Mati Serge Atlaoui Ke Prancis

"Sebagaimana dicita-citakan Solusi Dua Negara berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," lanjutnya.

Adsense

Indonesia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memastikan penghormatan terhadap hukum internasional. Pasalnya, Rakyat Palestina berhak untuk menentukan nasib sendiri. Mereka juga mempunyai hak mendasar untuk kembali ke tanah air mereka.

"Indonesia kembali menegaskan bahwa satu-satunya jalan layak menuju perdamaian abadi di kawasan adalah dengan menyelesaikan akar penyebab konflik: pendudukan ilegal dan berkepanjangan oleh Israel atas wilayah Palestina," ujarnya.

Baca juga : Kawal Pram-Doel, Prakarsa Warga Dorong Pembangunan Inklusif Di Jakarta

Rencana Trump mengemuka dalam konferensi pers bersama dengan sekutunya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (5/2/2025). Trump menggambarkan visinya untuk Gaza sebagai Riviera di Timur Tengah.

Menurut Trump, ia membayangkan membangun sebuah resor tempat masyarakat internasional dapat hidup rukun setelah lebih dari 15 bulan pemboman Israel menghancurkan daerah kantong pantai kecil Palestina itu dan menewaskan lebih dari 47.000 orang, menurut penghitungan Palestina.

Rencana mendapat penolakan dari banyak orang di wilayah Gaza. Mesir dan Yordania telah menolak gagasan untuk menerima tambahan pengungsi Palestina. Mereka mewaspadai kemungkinan adanya destabilisasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense