RM.id Rakyat Merdeka - Seorang pria di Inggris berniat membeli sebuah lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), alias tempat pembuangan sampah. Pria itu ingin mencari bitcoin senilai 600 juta poundsterling (sekitar Rp 11,4 triliun) miliknya yang hilang pada 2013.
Media Inggris Sky News memberitakan, pria itu bernama James Howells dari Newport di Wales Selatan, Inggris. Howells mengklaim, mantan pacarnya secara tidak sengaja membuang hard drive yang berisi ribuan bitcoin pada 2013.
Baca juga : Menkomdigi Apresiasi Peran Media dalam Menjaga Kredibilitas Informasi
Menurut pria berusia 39 tahun itu, bitcoin tersebut bernilai lebih dari 600 juta poundsterling saat ini. Howells telah berusaha mendapatkannya kembali sejak saat itu.
Dewan Kota Newport berencana menutup tempat pembuangan akhir kota itu pada tahun anggaran 2025-2026. Jika ditutup, pupus harapan Howells untuk menemukan bitcoin tersebut. Sebab, lokasi itu bisa saja dibeli atau dihancurkan orang lain.
Baca juga : Suami Baru Bikin Happy
Howells sedang mempertimbangkan membeli lokasi TPA tersebut. Harapannya, dia dapat mencari kekayaannya yang hilang itu.
“Jika Dewan Kota Newport bersedia, saya mungkin tertarik untuk membeli lokasi TPA ‘apa adanya’ dan telah membahas opsi ini dengan mitra investasi. Itu adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi,” ungkapnya.
Baca juga : Tatap Pemilu 2029, NasDem Gelar Bimtek Lagi
Howells juga pernah mengajukan izin untuk mencari bitcoin. Jika tidak diizinkan, dia akan menuntut ganti rugi sebesar 495 juta poundsterling (sekitar Rp 9,4 triliun). Namun, hakim menolaknya dengan alasan apa yang akan dilakukan akan merugikan masyarakat sekitar.
Hakim Keyser KC mengatakan, klaim Howells tidak memiliki prospek realistis untuk berhasil jika diberikan izin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.