Sebelumnya
Kosh menunjukkan kediamannya yang kini hancur. Dulu, rumah tersebut menampung tujuh anggota keluarganya. Namum, mereka tewas di tangan tentara Israel.
“Apa yang lebih buruk dari yang sudah kami alami? Apa yang lebih buruk dari pembunuhan?” tanya Jomaa Abu Kosh, yang berasal dari Rafah, Gaza selatan, dilansir Reuters, Rabu (12/2/2025).
“Kami dipermalukan. Anjing jalanan saja bisa hidup lebih baik dari kami. Trump ingin menjadikan Gaza seperti neraka? Ini tidak akan pernah terjadi,” tegas warga Gaza, Samira Al Sabea.
Baca juga : Peringati Bulan K3, Inilah Cara Nawakara Tingkatkan Keamanan Di Tempat Kerja
Warga Gaza, Jehad, juga mengatakan hal senada. “Kami tidak ingin meninggalkan negara kami, tetapi juga membutuhkan solusi. Para pemimpin kami, Hamas, Otoritas Palestina dan faksi-faksi lainnya, harus mencari solusi,” harapnya.
Rencana Trump menguasai Gaza juga ditolak warga Palestina di Tepi Barat. “Apa yang akan dilakukan Trump? Kami tidak takut, kami mengandalkan Tuhan,” ucap Mohammed Salah Tamimi.
Niatan Trump juga sudah ditolak negara-negara Arab. Raja Yordania Abdullah II menyampaikan penolakannya secara langsung kepada Trump di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (11/2/2025) waktu setempat.
Baca juga : Hati-hati, Pesta Kembang Api Bisa Sulut Kebakaran
Raja Abdullah II, seperti dilansir AFP, Rabu (12/2/2025), menegaskan posisi kuat Yordania menolak relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza, seperti yang dicetuskan Trump, beberapa waktu terakhir.
“Saya menegaskan kembali posisi teguh Yordania terhadap pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah posisi Arab yang bersatu,” tegas Raja Abdullah II.
“Membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina dan mengatasi situasi kemanusiaan yang mengerikan harus menjadi prioritas semua pihak,” tandasnya.
Baca juga : 38 Tahun Menanti, Warga Kebon Kosong Akhirnya Bisa Nikmati Layanan PAM Jaya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.