BREAKING NEWS
 

Sambut Hasil Dialog AS-Rusia, Trump Yakin Perang Ukraina Akan Berakhir

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 19 Februari 2025 06:03 WIB
Dari kiri: Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan al-Saud, Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi Mosaad bin Mohammad al-Aiban, Penasihat Urusan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu di Istana Diriyah, Riyadh, Arab Saudi, 18 Februari 2025 (foto: Evelyn Hockstein / AFP)

 Sebelumnya 
Trump dalam jumpa pers mengatakan perundingan itu berjalan baik, dan semakin yakin dapat mengakhiri perang Ukraina. 

"Saya pikir saya memiliki kekuatan untuk mengakhiri perang ini, dan saya pikir itu berjalan dengan sangat baik," kata Trump.

Trump menyesalkan pihak-pihak yang kecewa karena tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. 

Baca juga : Staf Presiden Rusia Pastikan, Putin Dan Trump Tidak Akan Bertemu Pekan Depan

"Saya sangat kecewa, saya dengar mereka kesal karena tidak diberi tempat duduk," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apa yang akan dia katakan kepada warga Ukraina yang merasa "dikhianati".

"Hari ini saya dengar, oh, baiklah, kami tidak diundang. Nah, Anda sudah berada di sana selama tiga tahun... Anda seharusnya tidak pernah memulainya. Anda seharusnya bisa membuat kesepakatan," sindir Trump.

Beberapa pemimpin Eropa khawatir Washington akan membuat kesepakatan besar dengan Rusia dan menulis ulang pengaturan keamanan benua itu. 

Baca juga : Maudy Ayunda, Promosi Pakaian Berbahan Linen

Secara resmi, seperti yang dinyatakan juru bicara Kremlin Dmitri Peskov, pertemuan ini bertujuan untuk memulihkan hubungan AS-Rusia secara menyeluruh, mempersiapkan kemungkinan pembicaraan mengenai masalah Ukraina, dan mengatur pertemuan antara kedua presiden.

Faktanya, pertemuan ini berfungsi sebagai sarana bagi Trump untuk mengetahui niat sebenarnya dari mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dalam hal kesediaan untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang Ukraina. 

Sebelum melakukan invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia pada 2014 telan membuat Crimea menjadi bagian negaranya. Rusia juga menduduki sebagian wilayah Donbas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense