Dark/Light Mode

Kasihan, Trump Tak Deportasi Pangeran Harry: Dia Banyak Masalah Dengan Istrinya

Minggu, 9 Februari 2025 11:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Truplnm. Foto: Instagram/potus
Presiden Amerika Serikat Donald Truplnm. Foto: Instagram/potus

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk tidak mendeportasi Pangeran Harry ke Inggris, meskipun visa Duke of Sussex itu tengah dipertanyakan. Keputusan ini muncul di tengah kontroversi soal dokumen keimigrasian Harry, yang diklaim tidak menyebut riwayat penggunaan narkoba.

Dilansir Associated Press, Kamis (6/2/2025), Pangeran Harry memutuskan menetap di AS bersama istrinya, Meghan Markle. Namun, kelompok konservatif Heritage Foundation menuding bahwa Harry mungkin tidak jujur dalam pengisian formulir visanya.

Tudingan itu muncul setelah dalam memoarnya, Spare (2023), Harry mengaku pernah mengonsumsi kokain, ganja, dan jamur psikedelik saat remaja. Padahal, aturan imigrasi AS cukup ketat terhadap pelamar visa dengan riwayat penggunaan narkoba.

Baca juga : Pejabat Naik Transportasi Umum, Bima Arya: Tak Masalah, Kalau Memungkinkan

Sejumlah pihak menduga Harry mendapat perlakuan khusus dari pemerintahan Joe Biden, sehingga tetap diizinkan tinggal di AS.

Namun, dalam wawancara dengan The New York Post, Jumat (7/2/2025), Trump menegaskan tidak akan mengambil tindakan terhadap Harry.

“Saya tidak akan mendeportasi dia. Dia sudah punya banyak masalah dengan istrinya,” ujar Trump, menyindir Meghan Markle.

Baca juga : Prabowo Bisa Jadi Penengah Perang Tarif antara AS, Kanada, Meksiko, dan China

Trump juga memanfaatkan momen ini untuk memuji Pangeran William, menyebutnya sebagai “pemuda hebat.” Ia mengaku bertemu dengan putra mahkota Inggris itu di Paris pada Desember 2024, dalam acara pembukaan kembali Katedral Notre-Dame.

Sebaliknya, hubungan Trump dengan Harry dan Meghan memang kurang harmonis. Duchess of Sussex pernah menyebut Trump sebagai pemecah belah dan misoginis. Trump pun kerap mengejek Harry, mengklaim bahwa sang pangeran “selalu di-bully Meghan.”

“Saya pikir Harry yang malang selalu diperintah istrinya,” sindir Trump.

Baca juga : Rusia Ingin Makin Mesra Dengan RI Di Era Prabowo

Sementara itu, Heritage Foundation terus mendorong Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk menyelidiki keabsahan visa Harry. Salah satu anggotanya, Nile Gardiner, menegaskan bahwa setiap pemohon visa harus jujur dalam memberikan informasi.

“Kami rasa, Pangeran Harry mungkin telah menerima perlakuan yang menguntungkan dari pemerintahan Biden setelah dia dan Meghan pindah ke California pada 2020,” pungkas Gardiner, dikutip dari Anadolu, Sabtu (8/2/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.