Sebelumnya
Secara terpisah, Sergey Lavrov mengatakan pada Selasa bahwa Rusia dan Amerika Serikat tidak hanya mendengar, tetapi saling menyimak dalam pembicaraan di Riyadh itu.
“Perbincangan itu, menurut saya, sangat bermanfaat, saya memiliki alasan untuk percaya bahwa pihak Amerika telah menjadi lebih memahami posisi kami, yang telah kami sampaikan sekali lagi dalam detil dan dengan contoh-contoh yang spesifik dengan dasar berbagai pernyataan dari Presiden Putin,” kata Lavrov dalam konferensi pers.
Baca juga : Staf Presiden Rusia Pastikan, Putin Dan Trump Tidak Akan Bertemu Pekan Depan
Pertemuan antara diplomat utama kedua negara di Riyadh pada Selasa adalah yang paling penting sejak dimulainya konflik Rusia-Ukraina, 24 Februari 2022. Pertemuan ini juga bertujuan membuka jalan bagi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sambutan China
Sementara itu, China pada Selasa juga menyambut baik pembicaraan para perwakilan AS dan Rusia tersebut.
Baca juga : Maudy Ayunda, Promosi Pakaian Berbahan Linen
“Kami gembira menyaksikan semua upaya bagi perdamaian, termasuk kesepakatan untuk menggelar pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia. Kami juga berharap bahwa semua pemangku kepentingan dan pihak-pihak yang terlibat akan berpartisipasi dalam proses perdamaian di waktu yang tepat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.
Dalam semua ini, Presiden Ukrain Volodymyr Zelensky merasa tersisih. Ketika tim penghubung Washington dan Moskow mendarat di Riyadh, ia berada di Abu Dhabi untuk bertemu dengan pemimpin Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.