RM.id Rakyat Merdeka - Becandaan ini bukan untuk ditiru. Seorang wanita yang iseng, alias prankster, membuat sekitar 30 dari 115 peserta lomba lari di Inggris memutar ke arah yang salah.
Dilansir Sky News, wanita itu berpura-pura sebagai petugas polisi dan menempatkan para pelari di situasi berbahaya. Polisi gadungan itu membuat para pelari jauh dari pertolongan medis.
Perlombaan ini mengharuskan peserta menempuh jarak sejauh 10 kilometer di sebuah kawasan di Glasgow, Inggris. Namun, gara-gara aksi prank itu, mereka harus menempuh rute tambahan sejauh 2,5 kilometer.
Baca juga : Danantara Dorong Permintaan Lapangan Pekerjaan Di Dalam Negeri
“Kejadian ini sulit untuk dianggap sebagai lelucon,” kata Alex Osborne dari Acorn Trails, penyelenggara event tersebut.
“Sulit untuk tertawa ketika mempertimbangkan kemungkinan akibat yang bisa terjadi jika situasinya tidak berjalan semulus,” imbuhnya.
Tersesat membuat pelari tidak segera mendapat pakaian hangat, makanan ringan dan pertolongan medis. Pasalnya, hal itu yang pertama akan diberikan kepada para pelari saat berada di garis finish.
Baca juga : Inovatif Dan Inklusif, BSI Perkuat Kualitas DPK
“Saya meminta pelaku, yang kami dengar adalah wanita, ditangkap,” tegasnya.
Lomba lari 10K ini dimulai dan berakhir di klub golf Linn Park. Petugas Polisi sudah ditempatkan di beberapa titik belokan. Namun, wanita tersebut berhasil mengarahkan pelari ke Linn Park Bridge, jauh dari titik yang tidak dijaga.
Acorn Trails juga memutuskan bahwa para peserta yang tertipu pada ajang ini telah ditawari diskon 50 persen untuk mendaftar di acara berikutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.