RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, China, mengadakan media gathering bersama sekitar 50 awak media Negeri Tirai Bambu, Kamis (27/2/2025). Di acara yang bertepatan dengan momen menyambut 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-China ini, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan komitmen Jakarta dalam memperkuat kemitraan jangka panjang dengan Beijing.
Dubes Djauhari juga menegaskan peran besar awak media dalam meningkatkan hubungan China-Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan dukungan media dalam mempromosikan Indonesia di China,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/2/2025).
Masuk ke paparannya, Dubes Djauhari menyoroti kegiatan sepanjang 2024, yang merupakan tonggak penting dalam hubungan Indonesia-China. Menurutnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan dua kunjungan resmi ke Beijing.
Baca juga : Pamitan Ke Raja Swedia, Dubes Kamapradipta Paparkan Capaian Kerja Sama
Kunjungan kedua pada November 2024 merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke luar negeri setelah menjabat.
"Kunjungannya yang dilakukan 20 hari usai pelantikannya itu, adalah pesan jelas bahwa Indonesia sangat menghargai hubungan bilateral ini sebagai hal yang sangat berharga," terang Dubes Djauhari.
Seraya menambahkan, Dubes Djauhari mengingatkan bahwa kemitraan dan kolaborasi yang kuat dengan para mitra sangat penting untuk mengatasi tantangan global yang makin kompleks.
China adalah mitra dagang terbesar Indonesia pada 2024, sementara Indonesia menempati peringkat mitra dagang terbesar ketiga China di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Baca juga : WTO Minta Uni Eropa Sesuaikan Kebijakan Terkait Sawit
Data resmi pemerintah China menunjukkan, total volume perdagangan antara kedua negara mencapai 147,78 miliar dolar AS (sekitar Rp 2,4 triliun) pada 2024, meningkat 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk lebih meningkatkan kinerja perdagangan, Indonesia berkomitmen untuk mendiversifikasi portofolio ekspornya,” tegas Dubes yang pernah bertugas di Rusia itu.
Dubes Djo juga memberikan penjelasan mengenai program prioritas Presiden Prabowo seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang merupakan bagian dari strategi perekonomian nasional.
Turut memberikan paparan antara lain Atase Perdagangan Budi Hansyah; Sekretaris Pertama Bidang Perekonomian Ari Handayani; dan Atase Imigrasi Herawan Sukoaji. Mereka memaparkan perkembangan terkini hubungan Indonesia-China, di berbagai sektor seperti, investasi, pariwisata, dan program visa emas.
Baca juga : Beri Pembekalan Di Magelang, Menhan Sjafrie Paparkan Sistem Pertahanan Negara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.