BREAKING NEWS
 

Zelensky Masih Bersedia Tanda Tangani Kesepakatan Mineral Dengan AS

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 3 Maret 2025 07:51 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku masih bersedia menandatangani kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat (AS), setelah dia diusir dari Gedung Putih usai bertikai dengan Presiden Donald Trump pada Jumat (28/2/2025).

Tak cuma itu, dia pun masih mau melakukan dialog konstruktif dengan AS.

"Saya hanya ingin posisi Ukraina didengar. Kami ingin, mitra kami mengingat siapa agresor dalam perang ini,” ungkap Zelensky seperti dikutip BBC, Minggu (2/3/2025).

Untuk pertama kalinya, hubungan AS dan Ukraina tegang karena penanganan pembicaraan damai dengan Rusia oleh pemerintahan Trump.

Baca juga : Menolak Tua, Faby Marcelia Jalani Perawatan Laser Red Touch Pro

Dalam konteks ini, kesepakatan mineral dimaksudkan menjadi batu loncatan menuju hubungan lebih lanjut antara Ukraina dan AS sebagai penjamin keamanan.

Penandatanganan kesepakatan yang semula diagendakan pada Jumat (28/2/2025), batal terwujud setelah Zelensky, Trump, dan Wakil Presiden AS JD Vance terlibat adu argumen sengit di depan media di Ruang Oval. Pemimpin Ukraina diminta pergi tanpa menandatangani kesepakatan.

Mengabaikan Urutan 

Adsense

Pernyataan sikap Zelensky terkait penandatanganan kesepakatan mineral ini disampaikan, setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, tidak mungkin mencapai kesepakatan ekonomi tanpa kesepakatan damai,

Bessent menilai, Zelensky telah mengabaikan urutan tentang bagaimana kesepakatan mineral dan kesepakatan damai seharusnya terjadi. Dia menyesalkan Zelensky yang memilih diskusi di depan umum, padahal seharusnya dilakukan secara tertutup.

Baca juga : Cekcok Trump Vs Zelensky Jadi Tontonan, Ini Kata Pemimpin Dunia

Terkait hal ini, usai pertemuan puncak para pemimpin Eropa di London pada Minggu (2/3/2025), Zelensky mengatakan sifat agresif dari pertemuannya baru-baru ini di Washington tidak menguntungkan AS atau Ukraina sebagai mitra. Hal itu, menurutnya, hanya benar-benar menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Zelensky memastikan akankembali ke Gedung Putih jika diundang. Hanya saja, dia menolak terlibat dalam pembicaraan tentang penyerahan wilayah kepada Putin, yang disebut-sebut pejabat Trump sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Zelensky juga mengungkapkan penyesalan atas sikapnya dalam pertemuan dengan Trump.

Rusia yang melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina sejak Februari 2022, saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Baca juga : Ukraina Siap Teken Kesepakatan Mineral Dengan AS Tanggal 28 Februari

Setelah pertemuan puncak di London, para pemimpin dunia menyetujui rencana empat poin kerja sama dengan Ukraina, untuk menghentikan perang dan mempertahankannya dari agresi Rusia di masa mendatang.

"Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya akan membentuk koalisi yang mematangkan rencana tersebut. Serta berupaya melibatkan AS untuk mendukung Ukraina," papar Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense