Sebelumnya
Dalam kesempatan itu, SBY juga menyoroti kelemahan dari PBB yang belum mampu menghentikan kekerasan yang masih berlangsung di beberapa belahan dunia. Di antaranya adalah kekerasan yang diderita rakyat di Gaza dan perang di Ukraina.
“Kegagalan PBB merupakan kekalahan multilateralisme. Dan setiap keberhasilan PBB merupakan kemenangan multilateralisme. Multilateralisme berarti negara-negara bekerja sama. Jika negara-negara tidak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, maka PBB tidak dapat berfungsi," tegasnya.
SBY menyampaikan, solusi pertama untuk multilateralisme yang melemah adalah perkuat PBB sebagai perwujudan multilateralisme global. Selain itu, meningkatkan operasi penjagan perdamaian serta menciptakan sistem pendanaan yang stabil sehingga tidak ada kekuatan besar yang dapat mengintimidasi PBB.
Baca juga : Denny JA Soroti Meningkatnya Kecemasan Di Era AI
SBY yang menutup paparannya dengan ajakan kolaborasi bersama dalam mewujudkan perdamaian kawasan dan dunia.
“Saya punya satu seruan sederhana. Untuk menghindari bencana iklim, perang, dan penderitaan manusia, mari kita kembali ke jalur kerja sama, kemitraan, dan kolaborasi. Tidak ada satu negara pun yang dapat melawan masalah global sendirian!” tegasnya.
Sekjen PBB Antonio Guterres dalam paparannya melalui pesan video memastikan peran Jepang dalam memajukan tatanan dunia internasional.
"Jepang adalah pemimpin dan pilar kuat pendukung multilateralisme dan dalam memajukan tatanan dunia internasional. Kami sangat menghargai upaya dan dukungan Jepang dalam mewujudkan perdamaian dunia dimana dan senjata nuklir dihapuskan selamanya," ujarnya.
Sementara itu, mantan PM Jepang Kishida menekankan dukungan Jepang atas multilatiralisme yang tidak dapat diganggu gugat.
Baca juga : Persebaya Sudah Analisis Kelemahan Dan Kekuatan PSBS Biak
"Maka dari itu, kita perlu bekerja sama dalam membangun kepercayaan masyarakat internasional, termasuk mereformasi PBB," tegasnya.
Sebelum memberi paparan dalam Tokyo Conference 2025, SBY dengan didampingi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan mantan PM Kishida.
Dalam pertemuan itu, SBY memastikan telah berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto untuk semakin memperkuat dan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dengan Jepang. Kishida dalam pertemuan itu juga menekankan Indonesia merupakan mitra strategis bagi Jepang dan meyakini akan semakin meningkatnya kerja sama kedua negara.
Dubes Heri Akhmadi dalam pertemuan itu menjelaskan, kemitraan Indonesia dengan Jepang semakin menguat setelah adanya kesepakatan Kemitraan Strategis Komprehensif yang resmi disepakati Indonesia dan Jepang pada akhir 2023.
"Kemitraan itu menandakan tujuan bersama dalam berbagai kepentingan strategis. Hal ini menjadi landasan semakin menguatnya kerja sama kedua negara di masa mendatang,” terang Dubes Heri yang juga hadir dalam Tokyo Conference 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.