Dark/Light Mode

Di GHS Conference 2024 Sydney, Prof Tjandra Soroti Kasus Rabies Di Bali

Minggu, 23 Juni 2024 12:22 WIB
Profesor Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama. (Foto : Ist)
Profesor Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Profesor Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan penyakit rabies di berbagai negara, termasuk di Bali menjadi topik yang dibahas dalam Global Health Security (GHS) Conference 2024 Sydney.

GHS Conference 2024 berlangsung Selasa (18/6/2024) hingga Jumat (21/6/2024) di International Convention Centre, Sydney.

Menurut Porf Tjandra yang hadir di acara GHS Conference 2024 tersebut, rabies merupakan salah satu masalah kesehatan di Bali. Dia mencatat kasus rabies pada manusia di Bali pada 2008 hanya 4 orang dan meningkat menjadi 82 kasus pada 2010.

Baca juga : Indonesia Open 2024, 2 Ganda Putri Langsung Tumbang

Dengan program vaksinasi pada anjing dan penanganan kesehatan, kasus di manusia turun menjadi 2 orang pada 2020.  Lalu di 2021 hanya dilaporkan ada 1 kasus rabies di Bali.

"Tetapi, karena ada COVID-19 maka kegiatan vaksinasi anjing praktis terhambat dan rupanya penularan di populasi anjing terus bertambah," kata Prof Tjandra dalam keterangannya, Minggu (23/6).

Hanya setahun sesudahnya, kasus rabies dari 1 orang pada 2021 naik menjadi 22 orang di tahun 2022.

Baca juga : Hari Kartini, Prof Tjandra: Perempuan Butuh Perhatian Khusus Di Bidang Kesehatan

"Kemudian program vaksinasi berjalan kembali didukung melalui keterlibatan aktif masyarakat, dan kasusnya mulai  turun kembali, menjadi 9 orang di tahun 2023 dan 3 orang sampai data Mei 2024," jelas guru besar di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia ini.

Prof Tjandra berharap, Bali di waktu mendatang benar-benar bebas rabies, demikian juga dengan berbagai daerah dan propinsi lain di negara kita.

"Tentu tidak tepat kalau di satu sisi kita bicara Indonesia Emas di 2045 tetapi masih juga menghadapi kasus-kasus penyakit tropik terabaikan ("neglected tropical diseases-NTD") seperti Rabies ini, belum lagi kita punya masalah kesehatan akibat kecacingan, kaki gajah, schistosomiasis," tutup Prof Tjandra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.