RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang memberikan dana hibah sebesar Rp 3,8 miliar kepada 3 yayasan di Indonesia pada Kamis (20/3/2025). Bantuan tersebut dinamakan proyek Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia, yang ditandatangani di Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta.
Penandatangan dilakukan Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes Jepang Takabayashi Hiroki bersama perwakilan dari organisasi pelaksanaan proyek. Tiga yayasan itu yakni Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Ulum Kroya di Indramayu, Yayasan Miftahul Huda 606 Lampung, dan Yayasan Rumsram di Biak, Papua.
Organisasi grassroot, atau akar rumput identik dengan organisasi yang memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil. Takabayashi mengatakan, tiga yayasan tersebut dipilih setelah melewati tahap seleksi dari sejumlah proyek yang diajukan kepada Kedubes Jepang di Indonesia.
"Seperti yang anda tahu, bantuan ini berfokus pada keamanan manusia.Dari perspektif itu, kami menekankan kesejahteraan setiap manusia, kehidupan, dan keadilan manusia. Jadi kami memilih tiga proyek berdasarkan perspektif tersebut," ujarnya.
Baca juga : Didukung Kenaikan Produksi, Laba Bersih AMMAN Melonjak 148 Persen Pada 2024
Pemerintah Jepang memberikan kepada Yayasan Islam Terpadu Miftahul Ulum Kroya dana pembangunan 2 gedung sekolah dan peralatannya sebesar Rp 1,3 miliar. Yayasan ini dipilih karena murid SMP mereka tidak memiliki gedung sekolah khusus.
Sehingga, kegiatan belajar mengajar dilakukan di halaman sekolah. Bahkan, terkadang menggunakan masjid pada waktu luang. Ini berdampak pada kegiatan para murid dan memangkas waktu belajar mereka.
Yayasan Miftahul Huda 606 Lampung memperoleh dana hibah sebesar Rp 988 juta. Lembaga ini dipilih karena tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang pembelajaran murid SMP mereka, sebab ketimpangan antara jumlah murid dan jumlah kelas dan toilet yang tersedia.
Sementara Yayasan Rumsram di Biak Numfor, Papua, mendapatkan dana hibah sebesar Rp 1,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyediaan air bersih di Desa Wombrisau.
Baca juga : BIN Luncurkan Akun Resmi Di Media Sosial
Penduduk desa tersebut terpaksa menggunakan air tidak higienis dan air hujan untuk keperluan rumah tangga. Ini menyebabkan banyak yang terkena diare dan penyakit lainnya.
Kedutaan Besar Jepang bekerja sama dengan perusahaan Yamaha motor untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan alat penjernih air.
"Kami berharap menemukan organisasi lain yang memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya," ungkap Takabayashi.
Hadir perwakilan dari Pemerintah Indonesia, Ketua tim pengawasan lembaga asing Kementerian Dalam Negeri Eko Indriantanto. Ia mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemerintah Jepang. Ia berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik, profesional dan bertanggung jawab.
Baca juga : Eks Pengasuh Dikasih Hadiah Rp 185 Miliar
"Semoga kegiatan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara, serta membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di Indonesia," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.