BREAKING NEWS
 

Demo Besar-besaran Di Turki

Warga Protes Penangkapan Wali Kota Saingan Erdogan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 22 Maret 2025 03:01 WIB
Wali Kota Istanbul Turki Ekrem Imamoglu. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ribuan orang berunjuk rasa di luar Balai Kota Istanbul, Turki, Kamis (20/3/2025), menentang penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu. Ini merupakan aksi kedua berturut-turut yang dilakukan warga kota terbesar di Turki.

Imamoglu merupakan saingan berat Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

Immamoglu ditangkap setelah penggerebekan di kediamannya pada Rabu (19/2/2025), dengan tuduhan dan membantu kelompok teroris.

“Kudeta sedang dilakukan terhadap keinginan bangsa. Kita pmenghadapi tirani yang sangat besar, tapi kita tidak akan menyerah. Saya menyerahkan diri kepada rakyat,” tegas Imamoglu.

Baca juga : Eddy Soeparno Apresiasi Kebijakan Prabowo Percepat Pengangkatan PNS Dan PPPK

Penangkapan Imamoglu memicu protes. Banyak orang menilai penangkapan itu sebagai upaya politik untuk menyingkirkan saingan utama Erdogan dari Pilpres berikutnya.

Erdogan membantah penangkapan itu adalah sandiwara. Namun dalam sebuah wawancara, Ozgur Ozel, Ketua Oposisi Utama Partai Rakyat Republik (CHP) yang menaungi Imamoglu, mengatakan bahwa Erdogan takut berhadapan dengan wali kota.

Erdogan juga ingin membungkam Imamoglu dan memutuskan hubungan partainya dengan Istanbul.

Ozel mengatakan tindakan apapun yang melarang Imamoglu mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan berikutnya hanya akan memperkuat dukungan oposisi. Partai Rakyat Republik akan menunjuknya sebagai kandidat. 

Baca juga : Jelang Lebaran, Bata Kenalkan Koleksi Sandal dan Sepatu Terbaru

“Kami yakin Imamoglu akanmenang. Jika pencalonannya diblokir, kami yakin ini akanberubah menjadi dukungan yang jauh lebih besar,” kata Ozel kepada Reuters, dalam wawancarapertamanya dengan media asing sejak penahanan tersebut.

“Bangsa ini tidak pernahmemaafkan siapa pun yangmencoba mencabut legitimasi pemungutan suara,” imbuhnya.

Turki tidak menggelar Pemiluhingga 2028. Namun, Pemilu harus digelar lebih awal jika Erdogan ingin mencalonkan diri lagi.Erdogan yang telah berusia 71tahun, memimpin Turki selama22 tahun. Dalam beberapa jajakpendapat, Imamoglu mengungguli Erdogan.pada hari Minggu dalam pemungti

Katan takut berhadapan dengan walikota tersebut. Erdogan ingin membungkam Imamoglu dan memutuskan hubungan partainya dengan Istanbul.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Potensi Peningkatan Pekerja Anak Harus segera Diantisipasi

Ozel mengatakan, tindakan apapun yang melarang Imamoglu mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan berikutnya hanya akan memperkuat dukungan oposisi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense