BREAKING NEWS
 

Setelah 4 Malam Demo

Pengadilan Turki Resmi Tahan Wali Kota Istanbul, Rival Erdogan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 23 Maret 2025 16:21 WIB
Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengadilan Turki resmi menahan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu. Dia ditahan terkait dengan dua penyelidikan, yaitu dugaan kasus korupsi dan membantu organisasi teroris.

Penahanan ini dilakukan usai aksi demo berujung bentrokan antara massa dengan polisi antihuru-hara, yang telah berlangsung empat malam.

Imamoglu yang merupakan rival  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ditahan pada Rabu (19/3/2025), beberapa hari sebelum dia dijadwalkan untuk dipilih sebagai kandidat presiden 2028.

Imamoglu yang tak terima dituduh korupsi, memprotes penahanannya dalam salah satu 
aksi protes terbesar di Turki, selama lebih dari satu dekade. 

Erdogan mengutuk kerusuhan tersebut. Dia menuduh partai oposisi Imamoglu, Partai Rakyat Republik (CHP), mencoba mengganggu perdamaian dan memecah belah rakyat Turki.

Di luar kantor wali kota di Istanbul, sebelum protes benar-benar dimulai, gas air mata menggantung di udara. Seiring bertambahnya jumlah massa demo di sepanjang malam, peserta aksi sulit bernapas. Peluru demi peluru ditembakkan aparat untuk membubarkan demonstran.

Baca juga : Warga Protes Penangkapan Wali Kota Saingan Erdogan

Sambil meneriakkan "hak, hukum, keadilan", masyarakat Turki dari berbagai kalangan usia menentang larangan pemerintah untuk berkumpul. Mereka memprotes penahanan Imamoglu, yang dinilai melanggar hukum.

Kepada BBC, seorang perempuan muda yang berpakaian hitam dan mengenakan masker wajah, mengaku tidak melakukan aksi demo hanya karena alasan politik atau karena ia mendukung oposisi. Dia bilang, tujuannya adalah untuk membela demokrasi.

"Saya di sini untuk keadilan, saya di sini untuk kebebasan. Kami adalah orang-orang bebas. Orang-orang Turki tidak dapat menerima ini. Ini bertentangan dengan perilaku dan budaya kami," kata dia.

Seorang perempuan lain, yang membawa serta putranya yang berusia 11 tahun ke aksi demo tersebut, mengaku khawatir dengan masa depannya.

Adsense

"Hidup di Turki makin hari makin sulit. Kami tak bisa mengendalikan hidup. Kami tak bisa memilih siapa yang kami inginkan. Tak ada keadilan sejati di sini," ungkapnya.

Di Ankara dan Izmir, polisi mengerahkan meriam air untuk melawan pengunjuk rasa. Selama empat malam terakhir, ribuan orang turun ke jalan di seantero Turki dalam aksi demo yang sebagian besar berlangsung damai.

Baca juga : Sudah Layangkan Surat Panggilan, KPK Segera Periksa Wali Kota Semarang

Pihak berwenang mencoba meredam demonstrasi jalanan dengan larangan empat hari untuk semua pertemuan di Istanbul, yang diperluas ke Ankara dan Izmir saat protes menyebar ke seluruh negeri.

Sejak Kamis (20/3/2025), polisi antihuru-hara telah berulang kali bentrok dengan pengunjuk rasa. Mereka terlihat menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah kerumunan demonstran.

Pihak berwenang Turki mengumumkan, sebanyak 343 orang di seluruh negeri ditangkap pada Jumat (21/3/2025) malam, di hari ketiga protes.

Imamoglu dianggap sebagai salah satu pesaing politik Erdogan yang paling tangguh. Dia adalah satu-satunya orang yang maju dalam pemilihan calon presiden CHP, yang akan berlangsung pada Minggu (23/3/2025).

Namun, pada Rabu (19/3/2025), Imamoglu menjadi salah satu dari lebih dari 100 orang, termasuk politisi, jurnalis, dan pengusaha lainnya, yang ditahan sebagai bagian dari penyelidikan.

Sehari sebelum penangkapannya, Universitas Istanbul mengumumkan akan mencabut gelar Imamoglu karena dugaan penyimpangan. Langkah ini diyakini akan melemahkan pencalonan Imamoglu sebagai presiden.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Kapolri Resmikan Irigasi Di Kulonprogo

Menurut konstitusi Turki, presiden harus menyelesaikan pendidikan tinggi untuk memegang jabatan.

Erdogan telah menjabat selama 22 tahun terakhir, baik sebagai perdana menteri maupun presiden Turki. Namun, karena batasan masa jabatan, Erdogan tidak dapat mencalonkan diri lagi pada tahun 2028. Kecuali, dia mengubah konstitusi.

Tokoh oposisi mengatakan, penangkapan Imamoglu bermotif politik. Namun, Kementerian Kehakiman mengkritik mereka yang mengaitkan Erdogan dengan penangkapan tersebut, dan bersikeras pada independensi peradilan mereka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense