Dark/Light Mode
RM.id Rakyat Merdeka - Kursi Ketua DPD Partai Golkar Riau yang saat ini dijabat Syamsuar digoyang. Masalah utamanya, di bawah kepemimpinan Syamsuar, partai berlambang pohon Beringin malah kehilangan banyak kursi DPRD di Riau.
Perolehan suara Partai Golkar pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 di Riau, menurun drastis. Bahkan, hingga harus kehilangan kursi Ketua DPRD Provinsi Riau. Tak cuma itu, dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau, di mana Golkar mencalonkan Syamsuar yang mencalonkan diri sebagai gubernur, juga kalah.
Hasil rekapitulasi suara KPU Provinsi Riau, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Abdul Wahid-SF Hariyanto mendapat suara terbanyak dengan 1.224.193 suara. Lalu, paslon nomor urut 2, Muhammad Nasir-Muhammad Wardan memperoleh suara 877.511, dan paslon nomor urut 3, Syamsuar-Mawardi Muhammad memperoleh suara 661.297.
Politikus senior Partai Golkar Riau, Suparman meminta DPP Golkar segera melakukan langkah penyelamatan Partai Golkar Riau. Pimpinan DPD I Partai Golkar Riau gagal melakukan konsolidasi internal.
Akibatnya, kata Suparman, Partai Golkar kehilangan kursi Ketua DPRD Riau, hingga kursi di beberapa kabupaten/kota di Riau. “Kami minta Bung Bahlil (Ketua Umum DPP Golkar) segera mengganti Syamusar,” desak Suparman dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).
Baca juga : Komisi III Dengar Pengakuan Korban
Menurut Suparman, Partai Golkar mempunyai sejarah hebat dan berkuasa puluhan tahun di Bumi Lancang Kuning. Namun, kata dia, di bawah komando Syamsuar Partai Golkar harus jatuh dan dikalahkan partai politik lainnya, khususnya PDIP.
“Semua klaim keberhasilan, pada kenyataannya beberapa kabupaten (dalam Pilkada serentak 2024) di Riau, Golkar tumbang,” kritik Suparman.
Namun, Suparman masih memiliki harapan untuk memperbaiki Partai Golkar Riau ke depan. Caranya, kata dia, seluruh kader Golkar harus bersatu, membuang duri, racun, dan ambisi pribadi.
“Kita masih punya kesempatan (untuk memperbaiki Partai Golkar,” kata mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Riau ini.
Senada, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Annas Mamun menyesalkan, karena saat ini Gubernur Riau bukan berasal dari Ketua Golkar Riau. Bahkan, kata dia, sebanyak 12 kabupaten/kota di wilayah Riau, tidak ada satu orang dari kader Golkar.
Baca juga : Banjir Rob Makin Parah Akibat Penurunan Tanah
“Mengapa hati tidak sedih dibuatnya. Waktu dulunya itu kita pernah dapat delapan, bahkan 10 (kabupaten/kota),” tutur Annas.
Dia mengatakan, turunnya suara Golkar karena Ketua DPD I Golkar Riau saat ini tidak bergerak dan tidak aktif. Seharusnya, kata dia, sebagai pucuk pimpinan partai bergaul dengan masyarakat di lapangan.
Anas meminta DPP Partai Golkar bergerak cepat dalam menangani masalah Golkar Riau. DPP Golkar, kata dia, jangan lagi basa-basi, dan harus mendukung orang yang betul-betul bisa membesarkan Partai Golkar di Riau.
“Ketua Golkar Riau harus diganti, siapa penggantinya terserah dengan orang pusat,” katanya.
Bagaimana tanggapan pimpinan DPD I Partai Golkar Riau? Wakil Ketua DPD I Golkar Riau, Ikhsan mengatakan, sebagai partai besar, Golkar mempunyai mekanisme organisasi yang harus diikuti. Termasuk, dengan pergantian Ketua DPD I Golkar Riau.
Baca juga : Gelar Penutup Akhir Tahun
“Tenang saja, Pak Syamsuar tidak ada keinginan lagi untuk merebut posisi politik di manapun. Nanti akan ada musyawarah daerah (musda) untuk menggantinya,” jelas Ikhsan dalam keterangannya, Selasa (17/12/2024).
Menurut Ikhsan, dalam waktu tidak lama lagi Musda Partai Golkar Riau akan digelar dalam rangka konsolidasi dan evaluasi partai. Nantinya, lanjut dia, stakeholder partai yang memiliki suara bisa menyampaikan setiap masalah dalam forum musda untuk perbaikan partai ke depan.
“Kami pengurus DPD I menunggu instruksi DPP Partai Golkar. Ketua Golkar Riau sudah sampaikan musda akan digelar sesuai jadwalnya,” tandasnya.
Ikhsan meminta semua pihak untuk bersabar terlebih dahulu. Sebab, kata dia, siapapun yang akan jadi Ketua DPD I Golkar Riau, ke depan diharapkan bisa membawa kejayaan partai.
“Jadi, sampai hari ini Partai Golkar masih dipimpin oleh Pak Syam,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.