RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim buka suara soal tarif timbal balik 24 persen yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Negeri Jiran. Anwar minta rakyat dan pelaku industri tetap tenang, karena pemerintahnya siap menghadapinya tanpa perlu gembar-gembor konfrontatif.
“Kerajaan MADANI sedang melaksanakan langkah-langkah yang tepat, pantas, dan tenang untuk menangani tarif unilateral yang dikenakan oleh Amerika Syarikat,” kata Anwar dalam video pernyataan resminya di Facebook, Minggu (6/4).
Baca juga : Garuda Indonesia Terbangkan Bantuan bagi Korban Gempa Myanmar
Ia menegaskan bahwa Malaysia tidak akan membalas dengan tarif serupa. Fokusnya saat ini adalah mencari jalan keluar yang adil demi menjaga pasar ekspor dan menarik investasi asing.
“Kami menegaskan tekad untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dengan cabaran ini. Jangan salah faham, kami memandang isu tarif ini dengan serius,” tegasnya.
Baca juga : Pusat Hiburan Ramai Saat Idul Fitri, Ekonom Yakin Ekonomi Terus Membaik
Tarif AS dinilai sebagai ancaman besar terhadap prinsip perdagangan bebas. Anwar menuding tarif itu didasarkan pada hitungan yang cacat. Meski begitu, ia memastikan, “Respons kami akan tetap tenang, tegas dan berpandukan kepentingan strategik Malaysia.”
Di tengah tekanan ini, Anwar tetap optimistis Malaysia tidak akan masuk jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi dijamin tak meleset di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen. “Saya beri jaminan bahawa kerajaan tidak menjangkakan kemelesetan di Malaysia.”
Baca juga : Bahlil Lahadalia: Idul Fitri, Kemenangan Sekaligus Terlahir Suci Kembali
Pemerintahnya bahkan sudah membentuk Pusat Komando Geo-ekonomi Nasional (NGCC) yang langsung ia pimpin. Lewat pusat itu, berbagai skenario disiapkan, termasuk simulasi dampak dan koordinasi dengan negara ASEAN yang juga terdampak. “MITI akan mengemukakan kajian mendalam mengenai kesan tarif ke atas beberapa sektor eksport ke AS,” lanjutnya.
Anwar juga ingin Malaysia memimpin suara kolektif ASEAN menghadapi AS. “Malaysia, sebagai Pengerusi ASEAN akan memimpin usaha untuk mempersembahkan satu suara serantau yang bersatu,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.