BREAKING NEWS
 

Tarif Impor Trump Telah Berlaku, Era Barang-Barang Murah China Di AS Berakhir

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 9 April 2025 13:05 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Kolase IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Era barang-barang murah China di Amerika Serikat (AS) telah berakhir. Tarif tinggi hingga 104 persen atas impor produk China di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump mulai berlaku di Washington pada Rabu (9/4/2025) tengah malam, di tengah gelombang protes dari beberapa pemimpin perusahaan, peringatan resesi dari para ekonom, dan penolakan dari Kongres.

Tak cuma itu, tarif "resiprokal" atau "timbal balik" untuk lebih dari 50 negara lainnya juga dinyatakan berlaku pada jam yang sama. Tarif tersebut berkisar antara 11 persen untuk Kamerun hingga 50 persen untuk Lesotho.

Sementara tarif dasar 10 persen yang berlaku untuk sebagian besar negara, sudah mulai diterapkan pada tanggal 5 April.

Melansir The Straits Times, sejumlah pejabat senior Gedung Putih mengungkap, pemerintahan Trump dibanjiri panggilan telepon dari negara-negara yang ingin membuat kesepakatan. Prioritas akan diberikan kepada negara-negara yang tidak menerapkan tarif balasan terhadap AS.

Trump mengaku telah melakukan "percakapan telepon yang hebat" dengan Plt Presiden Korea Selatan (Korsel) Han Duck-soo, yang mencoba untuk menegosiasikan tarif 25 persen yang dikenakan AS.

Baca juga : Cair dalam 30 Menit, Gadai Barang Mewah Kini Makin Mudah

Trump juga sebetulnya menunggu kabar dari Presiden Tiongkok Xi Jinping. "China juga ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana memulainya. Kami sedang menunggu panggilan mereka. Itu akan terjadi!" ujar Trump dalam postingan Truth Social pada 8 April 2025.

Namun, China tidak menunjukkan tanda-tanda akan melunak. Mereka bahkan bersiap membalas dengan tarif sebesar 34 persen terhadap seluruh produk impor asal AS mulai 10 April mendatang.

Alhasil, Trump pun membulatkan tekad untuk mengenakan bea tambahan sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal China. Sehingga, negara tersebut menanggung tarif impor AS sebesar 104 persen.

Amerika Bakal Sangat Kaya 

Adsense

Trump menyebut, tarif yang diterbitkannya menghasilkan hampir 2 miliar dolar AS per hari. 

"Amerika akan menjadi sangat kaya lagi," tegas Trump.

Baca juga : Turun Ke Bekasi, Prabowo Bagikan Bantuan Makanan Ke Korban Banjir

"Era penyerahan ekonomi Amerika telah berakhir," tandasnya.

Sebelum tarif "timbal balik" dinyatakan berlaku, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, AS tidak membutuhkan negara lain sebanyak negara lain membutuhkan AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan eskalasi Tiongkok sebagai suatu "kesalahan besar".

"Apa ruginya bagi kita, jika China menaikkan tarif terhadap kita? Kita mengekspor seperlima dari apa yang mereka ekspor kepada kita. Jadi, itu kerugian bagi mereka," katanya.

Tahun 2024, AS mengimpor barang dan jasa senilai 462,5 miliar dolar AS dari China dan mengekspor 199,2 miliar dolar AS. Transaksi ini mengakibatkan defisit perdagangan sebesar 263,3 miliar dolar AS. 

Baca juga : Sambut Hasil Dialog AS-Rusia, Trump Yakin Perang Ukraina Akan Berakhir

Mengomentari hal ini, Kepala Ekonom untuk Asia Pasifik di Bank Investasi Prancis Natixis yang berbasis di Hong Kong, Dr. Alicia Garcia Herrero mengatakan, tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap China tidak lagi menjadi masalah.

“Tarif sudah terlalu tinggi. China tidak akan dapat mengekspor ke AS,” kata Herrero kepada The Straits Times.

"Tarif tambahan 50 persen itu menunjukkan tekad Trump untuk melepaskan diri dari China, dengan cara apa pun," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense