Dark/Light Mode

Zelensky Percaya, Di Tangan Trump, Perang Rusia-Ukraina Segera Berakhir

Sabtu, 16 November 2024 19:17 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Instagram)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky percaya, perang dengan Rusia bisa berakhir cepat, begitu Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui, Trump yang memenangkan Pemilu AS 5 November lalu, akan resmi menjadi orang nomor satu di Negeri Paman Sam pada 20 Januari 2025.

Terkait hal tersebut, Zelensky mengaku telah melakukan percakapan telepon yang konstruktif dengan Trump, tak lama setelah politisi berusia 78 tahun itu menang Pemilu.

Zelensky tak menyebut apakah Trump telah mengajukan tuntutan terkait kemungkinan pembicaraan dengan Rusia. Namun, dia memastikan, sejauh ini tak ada pernyataan Trump yang bertentangan dengan posisi Ukraina.

Secara konsisten Trump mengatakan, prioritasnya setelah menjadi Presiden AS adalah mengakhiri perang dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai pengurasan sumber daya AS, dalam bentuk bantuan militer ke Ukraina.

Baca juga : Ketua Persepi: Dewan Etik Tak Pernah Bilang Data Poltracking Salah

"Yang pasti, perang akan segera berakhir dengan kebijakan tim baru yang akan memimpin Gedung Putih. Ini pendekatan mereka, janji mereka kepada warga negara mereka," kata Zelensky dalam wawancara dengan media Ukraina Suspilne.

“Agar perang ini bisa berakhir tahun depan, dan berakhir melalui jalur diplomatik, Ukraina harus melakukan segalanya,” imbuh Zelensky.

Saat ini, Ukraina menghadapi situasi yang cukup pelik di medan perang, sementara pasukan Rusia yang terus mengalami kemajuan.

“Undang-Undang AS hanya mengizinkan saya bertemu dengan Trump, setelah pelantikan pada Januari 2025," papar Zelensky, seperti dikutip BBC.

Trump dan Zelensky telah lama memiliki hubungan yang penuh gejolak. Tahun 2019, Trump dimakzulkan atas tuduhan menekan Zelensky untuk menggali informasi yang merusak tentang keluarga Biden.

Baca juga : Kalau Trump Mau Bahas Soal Perang Dengan Rusia, Ukraina Harus Diajak

Meski ada perbedaan pendapat selama bertahun-tahun, Trump bersikeras bahwa dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Zelensky.

Ketika bersua Zelensky di New York pada September 2024, Trump mengaku belajar banyak dari pertemuan tersebut. Trump menyatakan siap menyelesaikan perang tersebut dengan sangat cepat. Meski tak menjelaskan cara melakukannya.

Para penentang dari Partai Demokrat, menuding Trump pro Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka menyebut pendekatan Putin terhadap perang tersebut sama saja dengan mengisyaratkan Ukraina menyerah. Ini dinilai akan membahayakan seluruh Eropa.

Namun, Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang berbicara dengan Trump setelah kemenangannya dalam pemilihan umum mengatakan kepada media Jerman, bahwa pemimpin AS yang baru memiliki posisi yang lebih bernuansa terhadap perang tersebut, ketimbang yang umumnya diasumsikan.

"Pembicaraan telepon saya dengan Trump mungkin mengejutkan. Tapi, ini percakapan yang bagus dan rinci," kata Scholz kepada surat kabar Süddeutsche Zeitung.

Baca juga : Donald Trump Menang Pilpres AS, Ukraina Kudu Ekstra Putar Otak

Awal tahun ini, DPR AS menyetujui paket bantuan militer senilai 61 miliar dolar AS atau sekitar Rp 969 triliun untuk Ukraina, dalam menghadapi invasi Rusia.

Organisasi penelitian Jerman, Kiehl Institute for the World Economy membeberkan, AS telah menjadi pemasok senjata terbesar ke Ukraina sejak Februari 2022 hingga akhir Juni 2024. Dalam kurun waktu tersebut, AS telah mengirimkan atau menyatakan komitmen untuk memasok senjata dan peralatan senilai 55,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 881,64 triliun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.