RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan penerbangan raksasa dari Amerika Serikat (AS), Boeing, kena getah dari kebijakan kenaikan tarif dagang AS dengan China. Kedua negara besar ini sedang perang tarif sejak awal bulan ini.
Pemerintah AS mengenakan tarif impor baru yang mencapai 145 persen untuk sejumlah produk dari China. Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan sebesar 125 persen. Alhasil, Pemerintah China pun memutuskan untuk tidak lagi membeli pesawat buatan Boeing.
Baca juga : Perang Tarif Sama Trump, China Pedekate Ke ASEAN
Imbauan ini sudah disebarkan ke seluruh maskapai penerbangan lokal di Negeri Tirai Bambu. Beijing juga meminta maskapai-maskapainya untuk menghentikan pembelian suku cadang pesawat dan komponen lain dari perusahaan milik AS.
Langkah ini memberi tekanan langsung pada sektor penerbangan AS. Pihak Boeing menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Baca juga : Prabowo: AS-China Teman Baik Kami
CBS mencatat, saham pabrik pesawat itu tercatat turun sebesar 1,6 persen dalam perdagangan Rabu(16/4/2025) ini.
Gara-gara perang tarif antara kedua negara, harga pesawat dan suku cadang buatan AS menjadi lebih dari dua kali lipat. Kenaikan harga tersebut tidak terjangkau bagi maskapai-maskapai China.
Baca juga : Pemerintah Tak Berikan Ruang Bagi Pelaku Teror
Boeing dijadwalkan akan mengirimkan sekitar 10 pesawat 737 Max ke berbagai maskapai China seperti, China Southern Airlines, Air China dan Xiamen Airlines. Menanggapi kabar tersebut, Trump menulis di media sosial Truth Social bahwa China telah membatalkan kesepakatan besar dengan Boeing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.