Dark/Light Mode

Analis Imbau Investor Tak Panik: Mari Kita Angkat IHSG!

Selasa, 8 April 2025 11:33 WIB
Tampilan Layar pergerakaan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka/RM.ID)
Tampilan Layar pergerakaan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada berharap pelaku pasar tetap rasional dan tidak larut dalam kepanikan.

“Jangan over panic dengan kondisi ini. Naik turunnya market karena persepsi para pelaku pasar dalam menilai sentimen yang ada di depan matanya. Para pelaku pasar lah yang membuat IHSG dan saham-saham di dalamnya naik dan turun, bukan karena sentimen semata,” ujar Reza dalam pernyataannya, Selasa (8/4).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka anjlok 9,19 persen atau 598,56 poin ke level 5.912,06 usai libur Lebaran. Penurunan ini menyebabkan trading halt seketika. 

Baca juga : Gubernur Kaltim Warning Pegawai Tak Pakai Kendaraan Dinas Saat Mudik

Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi tajam sebesar 11,31 persen atau 83,05 poin ke posisi 651,46.

Ia malah menilai, adanya kemungkinan segelintir pihak yang justru berharap IHSG jatuh dalam guna memanfaatkan momentum untuk masuk ke pasar di harga murah.

“Apakah memang banyak yang berharap akan terjadi demikian? Di tengah kondisi kusut seperti ini, kenapa banyak yang berharap terjadinya ARB dan halt trading, alih-alih memberikan harapan dan optimisme ke para pelaku pasar? Atau memang ada oknum pelaku pasar yang benar-benar berharap terjadinya ARB sehingga bisa ‘serok’ harga lebih rendah lagi,” ungkap Reza.

Baca juga : Wamenperin: RI Punya Peluang Besar Tarik Pabrik Dari China, Ini Alasannya

Ia mengimbau investor, khususnya investor ritel, untuk tidak mudah terpengaruh oleh sentimen negatif yang belum tentu berdampak langsung secara fundamental terhadap emiten-emiten domestik.

Bila masih ragu, investor bisa sementara waktu memilih instrumen berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang atau obligasi.

“Bagi yang belum mau ikut, gak apa-apa wait and see dulu dan bisa sementara masuk ke instrumen fixed income maupun reksa dana pasar uang. Namun, tetap optimis kita semua bisa melalui badai ini dengan baik. Bukan malah membuat pelaku pasar lainnya tambah panik,” kata Reza.

Baca juga : ABM Investama Komit Terapkan Bisnis Keberlanjutan

Dengan kondisi global yang tengah bergejolak, pelaku pasar lokal diharapkan mampu menjaga optimisme dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasar.

“Sebagai pelaku pasar yang masih cinta dengan IHSG, mari kita angkat IHSG demi kebaikan portofolio bersama,” pungkas Reza.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.